Federasi Sepak Bola Palestina Bantah Tegas Rencana FIFA Gelar Laga U15 Melawan Israel

Danu Ilham

Federasi Sepak Bola Palestina (PFA) secara tegas membantah adanya rencana dari FIFA untuk menggelar pertandingan persahabatan antara tim nasional U15 Palestina dan Israel. Laporan awal yang menyebutkan adanya festival sepak bola yang akan diselenggarakan di Amerika Serikat pada September mendatang pun diklarifikasi sebagai tidak akurat oleh PFA. Pernyataan ini disampaikan oleh PFA sebagai respons atas pemberitaan media The Athletic yang mengemukakan potensi digelarnya laga tersebut sebagai pembuka sebuah turnamen.

Media The Athletic sebelumnya melaporkan pada Senin lalu bahwa FIFA tengah menjajaki kemungkinan digelarnya pertandingan antara timnas U15 Palestina dan Israel. Rencana ini disebut sebagai bagian dari sebuah "festival sepak bola" yang akan mengundang seluruh 211 anggota FIFA. Format turnamen yang diusulkan dikabarkan akan lebih singkat, menggunakan lapangan yang lebih kecil, serta jumlah pemain yang lebih sedikit. Bahkan, Rusia yang saat ini masih menjalani sanksi larangan tampil di kompetisi internasional besar, turut disebut sebagai salah satu undangan.

Namun, PFA mengeluarkan pernyataan resmi pada Kamis yang menegaskan bahwa mereka tidak pernah menerima komunikasi atau proposal resmi dari FIFA terkait rencana pertandingan tersebut. "Di bawah situasi saat ini, PFA dengan tegas menolak setiap upaya untuk mempromosikan atau memaksakan pertandingan dengan kekuatan pendudukan yang secara sistematis menargetkan atlet Palestina dan infrastruktur olahraga Palestina," tulis PFA melalui platform media sosial mereka.

Lebih lanjut, PFA menyatakan bahwa laporan yang beredar tidak mencerminkan kebenaran. Federasi Palestina menegaskan komitmen mereka untuk menolak usulan pertandingan semacam itu, bahkan jika proposal tersebut benar-benar diajukan di masa mendatang. PFA berpandangan bahwa partisipasi dalam kegiatan tersebut akan dianggap sebagai bentuk sportswashing, terutama mengingat kondisi yang dihadapi para atlet Palestina akibat konflik yang sedang berlangsung.

Situasi kemanusiaan di Palestina, khususnya di Gaza, menjadi latar belakang krusial bagi penolakan PFA. Federasi tersebut merinci bahwa sejak Oktober 2023, serangan Israel di Gaza telah merenggut lebih dari 73.000 nyawa warga Palestina dan menyebabkan lebih dari dua juta orang kehilangan tempat tinggal. Dampak ini juga meluas ke dunia olahraga, di mana PFA melaporkan lebih dari seribu atlet Palestina menjadi korban tewas dalam periode yang sama.

Di antara para atlet yang menjadi korban tersebut, PFA menyebutkan nama mantan kapten tim nasional Palestina, Sulaiman Al-Obaid, serta juara karate Palestina, Nagham Abu Samra, yang dilaporkan meninggal dunia akibat serangan Israel. Kejadian-kejadian ini semakin memperkuat alasan PFA untuk menolak segala bentuk kolaborasi yang dinilai tidak peka terhadap penderitaan rakyat Palestina.

"PFA memiliki prioritas yang jelas, yaitu keadilan, akuntabilitas, serta perlindungan terhadap atlet Palestina sesuai dengan statuta FIFA dan prinsip Piagam Olimpiade. Kami terus menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas pelanggaran terhadap regulasi olahraga internasional," tegas PFA dalam pernyataannya.

Federasi Sepak Bola Palestina menekankan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah memperjuangkan keadilan dan akuntabilitas bagi para atlet Palestina. Mereka berpegang teguh pada statuta FIFA dan prinsip-prinsip Piagam Olimpiade dalam upaya mereka untuk memastikan perlindungan bagi para atlet. PFA secara konsisten menyerukan agar Israel dimintai pertanggungjawaban atas dugaan pelanggaran terhadap peraturan olahraga internasional.

Tindakan ini mencerminkan sikap tegas PFA dalam menolak kompromi terhadap prinsip kemanusiaan dan keadilan, bahkan di tengah dinamika persepakbolaan internasional. Keputusan PFA ini sejalan dengan upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kesadaran global mengenai dampak konflik terhadap komunitas olahraga di Palestina. FIFA sendiri belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut terkait bantahan PFA ini. Perkembangan selanjutnya mengenai festival sepak bola yang diusulkan, serta respons FIFA terhadap pernyataan PFA, akan terus menjadi sorotan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All