Evaluasi Menyeluruh Program Latihan Militer Calon Pengelola Kopdes Tetap Berjalan Pasca-Insiden

Darus H

Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM) menegaskan bahwa program Latihan Dasar Militer (Latsarmil) bagi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan tetap dilanjutkan. Keputusan ini diambil meskipun beberapa peserta dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pendidikan di satuan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Pemerintah berkomitmen untuk melakukan evaluasi mendalam terhadap insiden tersebut, namun menegaskan bahwa proses pendidikan para calon pengelola koperasi akan terus berjalan.

Destry Anna Sari, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Kemenkop UKM, menjelaskan bahwa proses evaluasi akan berjalan paralel dengan pelaksanaan Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Saat ini, Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), yang terdiri dari perwakilan berbagai kementerian dan lembaga terkait, sedang secara cermat menelaah seluruh aspek penyelenggaraan program. Fokus utama evaluasi adalah untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan seluruh peserta yang mengikuti pendidikan tersebut.

"Kementerian Koperasi sangat memahami perhatian publik terhadap isu keselamatan para peserta pendidikan. Oleh karena itu, Panitia Seleksi Nasional saat ini tengah melakukan kajian komprehensif terhadap seluruh aspek penyelenggaraan program SPPI," ujar Destry saat dimintai keterangan pada Kamis, 25 Juni 2026.

Evaluasi yang tengah berlangsung mencakup berbagai tahapan krusial dalam program. Mulai dari proses seleksi awal para peserta, metode pelaksanaan pendidikan militer, hingga mekanisme pemantauan kesehatan secara berkala dan strategi mitigasi risiko yang mungkin timbul selama kegiatan berlangsung. Destry menambahkan, hasil dari evaluasi komprehensif ini nantinya akan menjadi landasan penting untuk menyempurnakan kebijakan dan prosedur pelaksanaan program pada periode mendatang.

"Setiap masukan dan pembelajaran yang diperoleh dari pelaksanaan program ini akan menjadi dasar fundamental untuk penyempurnaan kebijakan di masa depan. Tujuannya adalah agar program dapat berjalan semakin baik, aman, profesional, dan akuntabel bagi seluruh pihak yang terlibat," tegasnya.

Kementerian Koperasi turut menyampaikan rasa duka cita mendalam atas berpulangnya tiga peserta program SPPI Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang mengikuti Latsarmil. Kemenkop UKM memastikan bahwa pihaknya telah memberikan dukungan penuh kepada keluarga para korban dan menjamin seluruh proses penanganan pasca-insiden dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku di tanah air.

Meskipun demikian, Destry mengklaim bahwa para peserta yang mengikuti program ini telah melalui mekanisme seleksi yang ketat dan telah ditetapkan oleh pemerintah. Sebelum memulai rangkaian pendidikan militer, seluruh peserta juga telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh dan dinyatakan memenuhi kualifikasi serta syarat untuk mengikuti seluruh rangkaian kegiatan yang telah dirancang.

"Kementerian Koperasi juga memberikan dukungan penuh kepada keluarga dari peserta yang terdampak, serta memastikan bahwa seluruh proses penanganan dilakukan sesuai dengan prosedur yang berlaku," tambahnya.

Sebelumnya, insiden duka tersebut melibatkan tiga calon manajer dari Kopdes Merah Putih dan Koperasi Kampung Neyalan Merah Putih yang dilaporkan meninggal dunia saat menjalani pelatihan militer dasar komponen cadangan. Ketiga peserta yang gugur tersebut adalah Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, dan Yonanda Muhammad Taufiq.

Novia Rahmadhani Sihotang mengikuti pelatihan militer dasar komponen cadangan di Pusat Bahasa Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (Pusbahakola Kodiklatau) di Jakarta. Ia dilaporkan meninggal dunia pada Selasa, 23 Juni 2026, yang merupakan hari keenam sejak pelatihan dimulai pada 17 Juni 2026.

Sementara itu, Anisa Muyassaroh meninggal dunia pada 18 Juni 2026 akibat mengalami heat stroke saat menjalani pelatihan militer di Satuan Pendidikan Resimen Induk Komando Daerah Militer (Rindam) Mulawarman di Balikpapan, Kalimantan Timur. Selanjutnya, Yonanda Muhammad Taufiq dinyatakan wafat akibat cardiac arrest atau henti jantung pada 17 Juni 2026. Ia tercatat mengikuti pelatihan di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur (Puslatpur) TNI Angkatan Darat yang berlokasi di Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Program Latsarmil bagi calon pengelola Kopdes Merah Putih ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam memperkuat kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dan kelurahan, khususnya dalam pengelolaan koperasi. Pelatihan ini dirancang untuk membekali para calon pengelola dengan disiplin, mental baja, dan keterampilan dasar militer yang diharapkan dapat menunjang kepemimpinan mereka dalam memajukan koperasi di daerah masing-masing.

Insiden yang terjadi tentu menjadi catatan penting bagi seluruh penyelenggara program, termasuk TNI sebagai pelaksana pendidikan militer. Evaluasi yang dilakukan diharapkan tidak hanya berfokus pada aspek teknis pelaksanaan latihan, tetapi juga pada kesiapan fisik dan mental peserta, serta sistem pendukung kesehatan dan evakuasi darurat yang memadai.

Kementerian Koperasi UKM, bersama dengan kementerian dan lembaga terkait lainnya dalam Panselnas, berupaya keras untuk memastikan bahwa program-program pemberdayaan masyarakat seperti SPPI dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat maksimal tanpa mengorbankan keselamatan para pesertanya. Peninjauan ulang terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dan protokoler kesehatan menjadi prioritas utama dalam setiap tahapan program.

Ke depan, dengan adanya evaluasi yang komprehensif dan perbaikan kebijakan yang berkelanjutan, diharapkan program-program serupa dapat dilaksanakan dengan standar keamanan yang lebih tinggi. Hal ini penting demi menjaga kepercayaan publik dan memastikan keberlanjutan program-program yang dirancang untuk kemajuan ekonomi kerakyatan di Indonesia.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All