Eropa Timur Siaga Penuh: Gelombang Panas Ekstrem Mengancam Puluhan Juta Jiwa

Heni Maulidya

Puluhan juta warga di Eropa bagian timur kini menghadapi ancaman serius dari gelombang panas ekstrem yang bergerak cepat dari barat. Seiring suhu yang terus melonjak, negara-negara di kawasan ini telah mengeluarkan peringatan kewaspadaan tinggi, mengantisipasi dampak serupa yang telah melanda Eropa barat, mulai dari peningkatan angka kematian hingga kewalahan layanan kesehatan.

Analisis terbaru menunjukkan bahwa sekitar 200 juta orang di berbagai negara Eropa berpotensi terpapar suhu di atas 35 derajat Celsius pada akhir pekan ini. Gelombang panas yang sama telah memecahkan rekor suhu di Inggris, Prancis, dan Swiss, memaksa otoritas setempat untuk mengambil langkah-langkah pencegahan. Di Prancis, Menteri Kesehatan Stephanie Rist melaporkan adanya "jumlah kematian yang lebih tinggi dari biasanya" akibat paparan panas yang intens.

"Kami melihat indikator bahwa angka kematian kemungkinan besar akan lebih tinggi daripada pada waktu yang sama tahun lalu," ujar Rist kepada surat kabar La Tribune, menggarisbawahi tingkat keparahan situasi. Sebelumnya, Spanyol juga mengumumkan bahwa gelombang panas yang melanda negara itu telah dikaitkan dengan 212 kematian dalam kurun waktu empat hari terakhir.

Dampak langsung dari peningkatan suhu ekstrem ini terlihat jelas pada layanan kesehatan. Rumah sakit di Paris melaporkan lonjakan kunjungan ke unit gawat darurat sebesar 36% pada Jumat dan Sabtu, 26-27 Juni 2026. Sementara itu, di Wina, layanan gawat darurat dilaporkan mengalami peningkatan kesibukan sebesar 15%, yang berujung pada penambahan personel untuk menangani lonjakan pasien.

Kondisi ini juga memicu pembatalan berbagai acara publik. Pesta jalanan dan festival musik di Prancis, Jerman, dan Belanda terpaksa dibatalkan demi keselamatan warga. Meskipun demikian, di tengah peringatan panas ekstrem, Pride March di Budapest tetap diselenggarakan, menunjukkan ketahanan masyarakat dalam menghadapi tantangan.

Layanan Cuaca Jerman (DWD) telah mengeluarkan peringatan merah untuk sebagian besar wilayah negaranya pada Sabtu (27/6). Pihak DWD melaporkan pencatatan suhu tertinggi sepanjang masa di Jerman timur, mencapai 41,5 derajat Celsius pada sore hari. "Tidak dapat dikesampingkan bahwa suhu dapat mendekati 42 derajat Celsius," ungkap DWD, mengindikasikan potensi pemecahan rekor suhu tertinggi lainnya hanya dalam waktu singkat.

Fenomena serupa terjadi di negara-negara lain. Denmark mencatat rekor suhu tertinggi sepanjang masa pada Sabtu siang dengan 37 derajat Celsius di dua lokasi dekat Aarhus. Rekor ini bahkan hanya bertahan selama satu jam sebelum suhu kembali terukur. Republik Ceko juga tidak luput dari catatan rekor suhu, dengan 40,8 derajat Celsius tercatat di sebelah utara Praha. Namun, prakiraan cuaca setempat menyebutkan bahwa puncak panas baru akan terjadi pada Minggu (28/6), dengan suhu diperkirakan mendekati atau bahkan melampaui 41 derajat Celsius.

Swiss terus berjuang menghadapi panas yang belum pernah terjadi sebelumnya, memecahkan rekor hari terpanas di bulan Juni untuk hari ketiga berturut-turut pada Sabtu (27/6). Suhu di kota Basel, bagian utara negara itu, mencapai 39 derajat Celsius. Berbeda dengan situasi di negara-negara lain, Prancis memperkirakan adanya sedikit penurunan suhu di beberapa wilayahnya pada Minggu (28/6), dengan prakiraan suhu 24 derajat Celsius, turun drastis dari 37 derajat Celsius pada pekan sebelumnya. Wilayah Paris sendiri akan turun dari peringatan merah menjadi peringatan oranye.

Para ilmuwan secara konsisten menekankan bahwa gelombang panas yang berulang dan semakin intens ini merupakan penanda jelas dari pemanasan global yang disebabkan oleh aktivitas manusia, terutama pembakaran bahan bakar fosil. Mereka memprediksi bahwa kejadian serupa akan menjadi lebih sering, lebih lama, dan lebih kuat di masa mendatang. Fenomena "kubah panas" (heat dome) yang memerangkap udara hangat dari Afrika Utara diyakini menjadi penyebab cuaca ekstrem ini, meskipun kubah panas bukanlah fenomena baru, namun intensitas suhu yang dicapai kali ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Menyikapi ancaman yang semakin nyata, Rumania menjadi negara terbaru yang mengeluarkan peringatan merah, memperkirakan hampir seluruh wilayahnya akan menghadapi panas ekstrem dari Senin hingga Rabu. Slovakia juga telah mengeluarkan peringatan serupa. Republik Ceko, Hongaria, dan Moldova berada dalam siaga tertinggi untuk akhir pekan ini, sementara negara-negara di kawasan Balkan juga bersiap menghadapi gelombang panas yang diperkirakan akan melanda. Situasi ini menuntut kewaspadaan dan kesiapsiagaan dari seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah di Eropa timur.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All