Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengelola pusat perbelanjaan atau mal di Kota Pahlawan untuk tidak meninggikan pagar pembatas area mereka. Langkah ini diambil demi menjaga keindahan kota serta memastikan kenyamanan dan keamanan bagi para pejalan kaki yang melintas.
Menurut Eri Cahyadi, pagar yang terlalu tinggi dapat mengurangi estetika visual perkotaan dan berpotensi menimbulkan rasa tidak aman bagi warga yang sedang berjalan kaki. Ia menekankan pentingnya menjaga tampilan kota agar tetap menarik dan ramah bagi semua kalangan.
“Saya minta pengelola mal tidak meninggikan pagarnya. Kalau pagarnya tinggi, nanti orang tidak bisa melihat ke dalam, tidak bisa melihat ke luar. Estetikanya juga tidak bagus. Nanti jalan kaki juga kurang aman,” ujar Eri Cahyadi, Sabtu (24/9/2022), seperti dikutip dari laman resmi Pemkot Surabaya.
Lebih lanjut, Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa desain pagar yang ada saat ini sudah cukup memadai untuk menjaga keamanan area mal. Ia berpendapat bahwa penambahan ketinggian pagar bukanlah solusi yang tepat dan justru dapat menimbulkan kesan tertutup serta mengurangi interaksi visual antara ruang publik dan area komersial.
“Terkait pagar mal, kemarin kan sudah ada pembahasannya. Kalau tingginya itu, saya minta jangan sampai meninggi. Karena kalau meninggi, nanti orang tidak bisa melihat ke dalam, tidak bisa melihat ke luar. Estetikanya juga tidak bagus. Nanti jalan kaki juga kurang aman,” pungkasnya.
