Saturday, 25 July 2026
BREAKING
BERITA

Enam Kandidat Unggulan Bersaing Ketat Rebut Posisi Sekjen PBB

Oleh Emanuel July 25, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Persaingan untuk menduduki kursi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) semakin memanas. Enam nama telah muncul sebagai kandidat terkuat yang berpotensi memimpin organisasi internasional tersebut. Masa depan kepemimpinan PBB kini bergantung pada siapa yang berhasil mengamankan dukungan mayoritas dan terhindar dari hak veto dari negara-negara anggota tetap Dewan Keamanan.

Proses pemilihan Sekjen PBB dikenal rumit dan penuh intrik politik. Dewan Keamanan PBB, yang terdiri dari lima anggota tetap (Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Rusia, dan Tiongkok) serta sepuluh anggota tidak tetap yang bergilir, memegang peran krusial dalam menentukan calon terpilih. Kelima anggota tetap memiliki hak veto, yang berarti satu suara menolak dapat menggagalkan kandidat mana pun.

Di antara enam kandidat yang patut diperhitungkan, terdapat beberapa nama yang memiliki rekam jejak panjang dalam diplomasi dan kepemimpinan internasional. Salah satunya adalah Antonio Guterres, Sekjen PBB petahana yang berasal dari Portugal. Guterres, yang menjabat sejak 2017, berupaya untuk mendapatkan masa jabatan kedua. Pengalamannya selama lima tahun terakhir memberinya keunggulan dalam memahami tantangan global yang dihadapi PBB.

Nama lain yang santer terdengar adalah Kristalina Georgieva, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) dari Bulgaria. Georgieva dikenal memiliki pengalaman luas di berbagai lembaga internasional, termasuk Bank Dunia. Latar belakang ekonominya dianggap sebagai aset penting dalam menghadapi krisis keuangan global.

Dari benua Afrika, Amina J. Mohammed, Wakil Sekjen PBB saat ini, menjadi salah satu kandidat potensial. Sebagai warga negara Nigeria, pencalonannya diharapkan dapat membawa perspektif baru dan memperkuat representasi dari negara-negara berkembang di pucuk pimpinan PBB.

Selain itu, Michelle Bachelet, mantan Presiden Chili dan Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, juga disebut-sebut sebagai kandidat kuat. Pengalaman politik dan advokasi hak asasi manusianya yang mendalam menjadi nilai tambah dalam pencalonannya.

Daftar kandidat kuat ini juga mencakup Vuk Jeremić, mantan Menteri Luar Negeri Serbia dan mantan Presiden Majelis Umum PBB. Pengalamannya dalam forum multilateral memberikannya pemahaman mendalam tentang mekanisme PBB.

Terakhir, Ngozi Okonjo-Iweala, Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), juga menjadi nama yang diperhitungkan. Kepemimpinannya di WTO menunjukkan kemampuannya dalam menavigasi isu-isu perdagangan global yang kompleks.

Keenam kandidat ini, masing-masing dengan latar belakang dan rekam jejak yang unik, akan melalui serangkaian proses uji kelayakan dan pemungutan suara informal di Dewan Keamanan. Hasil dari proses ini akan menentukan siapa yang akan memimpin PBB dalam menghadapi tantangan-tantangan global di masa mendatang, mulai dari perubahan iklim, konflik bersenjata, hingga ketidaksetaraan ekonomi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp