Industri perfilman internasional diliputi duka mendalam atas berpulangnya Albert Wolsky, seorang desainer kostum legendaris yang telah menghiasi layar lebar dengan karya-karyanya yang memukau. Wolsky, yang dua kali meraih Piala Oscar, meninggal dunia di Los Angeles, Amerika Serikat, pada tanggal 23 Mei 2026, di usia 95 tahun.
Kabar duka ini telah dikonfirmasi oleh banyak rekan sejawatnya di dunia perfilman. Kepergian Wolsky meninggalkan warisan tak ternilai bagi sejarah sinema global. Christopher Lawrence, seorang kolega dekat, membagikan kenangan mengharukan melalui akun Instagramnya pada Minggu, 24 Mei 2026.
Lawrence mengunggah foto kebersamaan mereka dengan latar poster film ‘Bugsy’. Ia mengenang dukungan dan bimbingan Wolsky di awal kariernya. Wolsky diyakini Lawrence akan menjadi seniman besar. Lawrence menggambarkan mendiang sebagai sosok penuh cinta, bukan hanya mentor tapi juga sahabat.
Ia merasa sangat kehilangan atas kepergian orang yang memprediksi kariernya sebagai perancang kostum profesional. Ungkapan kesedihan Lawrence, seperti dilansir Variety pada 26 Mei 2026, menunjukkan betapa Wolsky sangat dihormati.
Albert Wolsky memulai kariernya di dunia hiburan sebagai desainer kostum untuk serial televisi ‘The Desperate Hours’ pada tahun 1967. Sepanjang kariernya, ia berkontribusi pada puluhan proyek televisi dan film.
Total 81 karya telah ia garap, mencakup serial televisi, film layar lebar, dan FTV. Namanya mulai dikenal luas secara global pada tahun 1980 berkat film musikal ‘All That Jazz’. Film arahan Bob Fosse ini meraih sembilan nominasi Oscar dan memenangkan empat penghargaan teknis.
Kemenangan Oscar pertamanya diraih untuk kategori Tata Kostum Terbaik. Prestasi gemilang ini menjadi bukti kehebatan Wolsky dalam merancang busana.
Selama kariernya, Wolsky meraih dua Piala Oscar untuk Tata Kostum Terbaik. Trofi pertamanya diraih pada tahun 1980 untuk ‘All That Jazz’, dan yang kedua pada tahun 1992 untuk film ‘Bugsy’. Ia juga mengumpulkan tujuh nominasi Oscar dalam lebih dari 50 tahun berkarier.
Wolsky menangani kostum untuk aktor papan atas seperti Meryl Streep dan Leonardo DiCaprio. Konsistensi kualitas karyanya selama puluhan tahun di Hollywood sangat mengagumkan. Setiap film yang ia sentuh memiliki kekuatan visual kuat berkat desain kostumnya.
Dua belas tahun setelah kemenangan pertamanya, Wolsky kembali meraih Oscar pada 1992 untuk film ‘Bugsy’ karya Barry Levinson. Film tentang kehidupan gangster ini meraih 10 nominasi Oscar dan menang di Tata Artistik serta Tata Kostum Terbaik.
Semangat kreativitas Wolsky tak pernah padam meski usianya bertambah. Ia kembali mendapat nominasi Oscar untuk film ‘Revolutionary Road’ arahan Sam Mendes, yang dibintangi Leonardo DiCaprio dan Kate Winslet.
Kolaborasinya dengan Meryl Streep dalam film ‘Sophie’s Choice’ juga sangat berkesan. Kostum rancangannya mendukung penampilan Streep hingga meraih Oscar Aktris Terbaik. Wolsky juga terlibat dalam film ‘Birdman or (The Unexpected Virtue of Ignorance)’, yang memborong empat kemenangan Oscar termasuk Film Terbaik.
Karier panjang Wolsky, yang lahir di Paris pada 24 November 1930, ditutup dengan film ‘Amsterdam’ karya David O. Russell. Ia adalah lulusan City College of New York yang merintis karier dari bawah.
Menariknya, Wolsky menganggap film ‘Lenny’ (1974) sebagai titik balik kariernya, bukan salah satu film pemenang Oscar. Film biografi komedian Lenny Bruce ini memberinya pengalaman tak ternilai dan mengubah pandangannya terhadap profesi perancang kostum.
Kini, sang maestro telah tiada, namun karya-karyanya akan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi desainer kostum mendatang. Selamat jalan, Albert Wolsky, karya Anda akan abadi dalam sejarah sinematografi dunia.
