Pasar Batu Akik Rawa Bening di Jatinegara, Jakarta Timur, kini diselimuti kesunyian yang tidak biasa. Suasana yang dulunya riuh rendah dengan transaksi jual beli kini terasa hampa.
Kondisi ini terjadi setelah fenomena hilangnya para pembeli secara misterius. Para pedagang batu akik merasakan dampak signifikan dari perubahan drastis ini.
Salah satu pedagang, Bapak Suryo, mengungkapkan kekhawatirannya. “Dulu sehari bisa dapat belasan pembeli, sekarang seminggu pun susah,” ujarnya pada suatu sore di lapaknya yang kini sepi.
Ia menambahkan bahwa kejadian aneh ini mulai terasa sejak beberapa bulan lalu. Awalnya, ia mengira hanya tren biasa yang akan berlalu.
Namun, seiring waktu, jumlah pengunjung dan pembeli terus menurun drastis. “Banyak yang bilang ada ‘sesuatu’ di sini, tapi kami tidak tahu pasti apa,” keluh Bapak Suryo.
Pasar Batu Akik Rawa Bening sempat menjadi magnet bagi para pecinta dan kolektor batu akik dari berbagai daerah. Berbagai jenis batu mulia ditawarkan dengan harga bervariasi.
Kini, deretan kios yang dulu dipadati pengunjung kini tampak lengang. Para pedagang hanya bisa menanti sembari berharap kondisi kembali normal.
Munculnya berbagai cerita dan spekulasi di kalangan masyarakat memperkeruh suasana. Ada yang mengaitkan dengan hal gaib, ada pula yang menduga ada faktor ekonomi lain.
Fenomena hilangnya pembeli ini menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Para pedagang berharap ada solusi agar roda perekonomian mereka kembali berputar.
Mereka merindukan suasana pasar yang ramai seperti sedia kala. Harapan terbesar adalah kembalinya para pembeli yang membuat pasar ini hidup.
Pihak pengelola pasar dikabarkan sedang berusaha mencari tahu penyebab pasti dari sepinya pasar ini. Berbagai upaya dialog dengan pedagang juga terus dilakukan.
Namun, hingga kini, misteri hilangnya pembeli batu akik di Rawa Bening Jatinegara masih menjadi pertanyaan besar.
Para pedagang hanya bisa bertahan sambil berharap ada keajaiban yang membuat surga batu akik ini kembali ramai.











