Duel Nostalgia Piala Dunia 2026: Vladimir Petkovic Tantang Mantan Anak Asuh di Laga Swiss vs Aljazair

Heni Maulidya

Swiss akan menghadapi ujian berat melawan Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Laga ini menyita perhatian karena adanya sosok Vladimir Petkovic di kubu Aljazair.

Pertandingan yang digelar Jumat, 3 Juli 2026 ini menjadi sangat emosional. Petkovic adalah mantan pelatih Swiss yang memimpin tim tersebut selama tujuh tahun dari 2014 hingga 2021.

Pelatih asal Bosnia itu dianggap sebagai arsitek fondasi timnas Swiss saat ini. Pemain kunci seperti Granit Xhaka, Manuel Akanji, dan Breel Embolo pernah berada di bawah asuhannya.

Meski memiliki ikatan batin yang kuat dengan para pemain La Nati, Petkovic bersikap profesional. Ia menegaskan tidak akan membiarkan perasaan pribadi memengaruhi performa timnya di lapangan.

Petkovic menyatakan dunia sepak bola saat ini sudah sangat terbuka. Ia menyebut dirinya dan para pemain Swiss saling memahami taktik masing-masing sehingga tidak ada rahasia tersisa.

Ia mengaku senang bisa bereuni dengan mantan anak asuhnya. Namun, fokus utamanya tetap membawa Aljazair mencetak sejarah baru di turnamen ini setelah peluit dibunyikan.

Di sisi lain, pelatih Swiss, Murat Yakin, menepis anggapan bahwa timnya adalah favorit juara. Ia menilai laga sistem gugur selalu menyajikan persaingan yang sangat seimbang dan ketat.

Menurut Yakin, Aljazair adalah tim dengan kualitas teknik yang mumpuni. Ia mewaspadai intensitas permainan tinggi yang kerap diperagakan oleh skuad asuhan Petkovic tersebut.

Penyerang Swiss, Breel Embolo, memberikan penghormatan khusus bagi Petkovic. Ia mengakui peran besar pelatih itu dalam membentuk generasi emas sepak bola Swiss saat ini.

Bursa taruhan internasional saat ini lebih mengunggulkan Swiss untuk melaju ke babak 16 besar. Covers menempatkan Swiss sebagai favorit tipis dengan odds sekitar -103.

Analis bursa taruhan menilai organisasi permainan serta pengalaman Swiss di turnamen besar menjadi kunci. Faktor ini dianggap sebagai pembeda utama dibandingkan Aljazair yang berstatus underdog.

Yahoo Sports juga memprediksi Swiss akan mendominasi pertandingan. Hal ini didasari performa apik Swiss yang berhasil menjuarai Grup B dengan catatan tanpa kekalahan sama sekali.

Sementara itu, TalkSPORT memprediksi laga berakhir dengan skor 2-1 untuk kemenangan Swiss. Media Inggris tersebut menyoroti produktivitas tujuh gol Swiss sepanjang babak penyisihan grup.

Catatan pertahanan Aljazair juga menjadi sorotan tajam. Tim asal Afrika tersebut tercatat belum sekalipun mampu menjaga gawangnya tetap perawan atau mencatat clean sheet selama turnamen ini berlangsung.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All