Tim nasional Yordania bersiap melakoni pertandingan terbesar dalam sejarah sepak bola mereka dengan menantang tim raksasa Argentina. Laga pamungkas Grup J Piala Dunia 2026 ini akan digelar di Dallas Stadium pada Minggu (28/6/2026) mulai pukul 09.00 WIB, menjadi momen krusial bagi kedua tim dengan misi yang sangat berbeda.
Bagi Yordania, pertandingan ini adalah panggung kehormatan untuk membuktikan kualitas mereka di level tertinggi. Meskipun demikian, tim debutan Piala Dunia ini sudah dipastikan tersingkir dari kompetisi setelah gagal memetik poin maksimal dari dua laga sebelumnya. Tekad kuat kini berfokus pada upaya menghindari hasil buruk dan meninggalkan kesan positif di penampilan perdana mereka di ajang Piala Dunia 2026.
Sebaliknya, sang juara bertahan Argentina menatap laga ini tanpa tekanan berarti. Skuad asuhan Lionel Scaloni telah mengamankan tiket babak 32 besar berkat dua kemenangan beruntun di fase grup. Kondisi ini memungkinkan Scaloni untuk bereksperimen atau melakukan rotasi guna menjaga kebugaran pemain kunci menjelang fase gugur yang lebih intens.
Fokus utama menjelang pertandingan tetap tertuju pada kondisi kebugaran megabintang Lionel Messi. Sang kapten baru saja membantu Argentina menang 2-0 atas Austria pada Selasa (23/6/2026) dini hari WIB, menunjukkan performa impresifnya. Namun, Scaloni diprediksi akan mengistirahatkan Messi demi menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima di babak berikutnya.
Meski Messi kemungkinan absen, lini depan Argentina tetap menakutkan dengan kedalaman skuad yang dimiliki. Nama-nama seperti Lautaro Martinez dan Julian Alvarez siap menggantikan peran vital di lini serang. Keberadaan para penyerang kelas dunia ini memastikan bahwa daya gedor Tim Tango tidak akan berkurang signifikan, menjadikan mereka ancaman serius bagi pertahanan Yordania.
Menghadapi agresivitas lawan dengan kekuatan ofensif yang merata, pelatih Yordania Jamal Sellami diperkirakan akan menerapkan organisasi pertahanan super disiplin. Strategi ini akan menjadi kunci utama untuk meredam gelombang serangan dari La Albiceleste. Yordania juga akan mengandalkan serangan balik cepat melalui akselerasi penyerang sayap Rennes, Musa Al-Taamari, yang diharapkan mampu menciptakan kejutan.
Kewaspadaan tinggi ditunjukkan oleh kubu Yordania. "Kami sama sekali tidak tahu apa yang akan dilakukan pelatih Argentina terkait susunan pemain awalnya," kata Jamal Sellami pada Sabtu (27/6/2026). "Tetapi, siapapun pemainnya, tim ini luar biasa dan setiap pemain layak mendapatkan tempatnya di tim ini. Tentu saja, jika Messi bermain, dia adalah salah satu pemain terbaik di dunia, dan jika tidak, kami tetap akan bermain melawan tim yang sangat kuat dan solid." Pernyataan Sellami menggarisbawahi rasa hormat Yordania terhadap kualitas skuad Argentina secara keseluruhan.
Kedua tim diprediksi akan menurunkan komposisi pemain terbaik yang tersedia guna mengamankan target masing-masing pada laga pamungkas fase grup Piala Dunia 2026 ini. Untuk Yordania, formasi 3-4-2-1 kemungkinan akan menjadi pilihan dengan Yazeed Abulaila di bawah mistar gawang. Barisan pertahanan diisi Abdallah Nasib, Yazan Al-Arab, dan Husam Abudahab. Lini tengah akan dipercayakan kepada Ehsan Haddad, Nizar Al-Rashdan, Noor Al-Rawabdeh, dan Mohannad Abu Taha, sementara Mahmoud Al-Mardi, Mousa Al-Tamari, dan Ali Olwan akan menjadi tumpuan di lini depan.
Sementara itu, Argentina diprediksi akan menggunakan formasi 4-4-2. Emiliano Martínez tetap menjadi pilihan utama kiper. Kuartet bek diisi Gonzalo Montiel, Marco Sanesi, Nicholas Otamendi, dan Nicholas Tagliafico. Di lini tengah, Giovanni Simeone, Leandro Paredes, Giovanni Lo Celso, dan Nico Gonzalez siap mengendalikan tempo permainan. Nico Paz dan Julian Alvarez diperkirakan akan memimpin lini serang untuk Tim Tango.
Secara historis, kedua negara belum pernah bertemu dalam kompetisi resmi. Ini akan menjadi pertemuan perdana yang menambah nilai historis bagi Yordania di panggung Piala Dunia 2026. Catatan performa terakhir kedua tim juga menunjukkan jurang perbedaan yang signifikan. Yordania masih berjuang meraih hasil positif, terbukti dari lima pertandingan terakhir mereka yang diwarnai kekalahan 1-2 vs Aljazair, 1-3 vs Austria, 0-2 vs Kolombia, 1-4 vs Swiss, dan hasil seri 2-2 vs Nigeria.
Sebaliknya, Argentina menunjukkan performa impresif dalam beberapa laga terakhir dengan catatan sempurna. Mereka meraih kemenangan 2-0 vs Austria, 3-0 vs Aljazair, 3-0 vs Islandia, 2-0 vs Honduras, dan 5-0 vs Zambia. Rangkaian hasil positif ini semakin mengukuhkan posisi Argentina sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.
Sejumlah media olahraga internasional secara seragam menjagokan Argentina keluar sebagai pemenang dalam duel ini. Whoscored memprediksi skor 0-2, Sportsmole mengunggulkan skor 0-3, dan Sports Illustrated mematok hasil akhir 0-2 untuk kemenangan Tim Tango. Prediksi ini didasarkan pada superioritas kualitas skuad, pengalaman, dan performa impresif Argentina di turnamen ini.
Laga pamungkas Grup J Piala Dunia 2026 ini, meski tidak lagi menentukan nasib Argentina untuk lolos, tetap menjadi ajang penting bagi mereka untuk menjaga momentum dan menguji kedalaman skuad. Bagi Yordania, ini adalah kesempatan emas untuk menunjukkan semangat juang, meraih pengalaman berharga di panggung dunia, dan meninggalkan kesan positif di penampilan debut bersejarah mereka di Piala Dunia 2026.











