Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko melalui Juru Bicara KSP, Dudung Abdurachman, memberikan klarifikasi resmi bahwa Ulta Levenia Nababan tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli di lingkungan Kantor Staf Presiden. Keputusan ini diambil setelah adanya sorotan publik terkait dugaan keterlibatannya dalam penyebaran informasi mengenai program HAARP dan fenomena alam.
Dudung Abdurachman secara tegas menyatakan, “Ulta Levenia Nababan tidak lagi menjabat sebagai Tenaga Ahli di KSP.” Pernyataan ini disampaikan untuk meluruskan berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat mengenai status kepegawaian Ulta Levenia di KSP.
Lebih lanjut, Dudung menjelaskan bahwa KSP selalu memantau berbagai isu yang beredar di publik, termasuk terkait dengan fenomena alam. Pemantauan ini dilakukan oleh para ahli yang terpercaya di KSP. “Sorotan terhadap HAARP dan fenomena alam memang menjadi perhatian kami, dan ini kami pantau melalui para ahli yang terpercaya di KSP,” ujar Dudung.
Penegasan ini penting untuk menjaga kredibilitas dan fokus KSP dalam menjalankan tugasnya. KSP berkomitmen untuk terus memberikan informasi yang akurat dan terverifikasi kepada publik, serta memastikan bahwa setiap individu yang bertugas di lingkungan KSP bertindak profesional dan sesuai dengan etika yang berlaku.
Meskipun tidak merinci alasan spesifik pencopotan Ulta Levenia Nababan, pernyataan Dudung Abdurachman ini mengindikasikan bahwa KSP mengambil langkah tegas terkait isu yang sensitif dan berpotensi menimbulkan kegaduhan di ruang publik. KSP mengharapkan masyarakat dapat memahami klarifikasi ini dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar.
