Wednesday, 5 August 2026
BREAKING
DUNIA

Drone Rusia Kejar Pedagang Kaki Lima Ukraina dalam Serangan ‘Safari Manusia’, Kyiv Sebut Kejahatan Perang

Oleh Rini Widiyarti August 4, 2026 54 minutes lalu 0 komentar

Sebuah rekaman video yang beredar luas menampilkan aksi mengerikan sebuah drone Rusia yang diduga mengejar seorang pedagang kaki lima di Ukraina. Kementerian Pertahanan Ukraina pada Minggu (21/04/2024) merilis video tersebut dan menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan kejahatan perang.

Video berdurasi singkat itu memperlihatkan seorang warga sipil yang tampak ketakutan berlari menghindari kejaran drone yang dikendalikan dari jarak jauh. Momen tersebut sontak memicu kecaman internasional dan dikategorikan sebagai ‘serangan safari manusia’ oleh pihak Ukraina.

Menurut laporan Associated Press, rekaman itu menunjukkan drone tersebut terbang rendah dan mengikuti seorang pria yang sedang membawa barang dagangannya di jalanan. Pria itu terlihat panik dan berusaha melarikan diri dari ancaman yang datang dari udara. Pihak Ukraina mengidentifikasi insiden ini sebagai bukti pelanggaran hukum humaniter internasional yang dilakukan oleh pasukan Rusia.

“Perilaku seperti ini adalah bukti kebrutalan dan ketidakmanusiawian rezim Rusia,” demikian pernyataan tegas dari Kementerian Pertahanan Ukraina melalui akun Telegram mereka. Mereka menambahkan bahwa tindakan semacam ini tidak dapat ditoleransi dan harus diusut tuntas.

Pihak berwenang Ukraina tidak merinci lokasi pasti atau tanggal perekaman video tersebut, namun menegaskan bahwa insiden ini terjadi dalam konteks konflik yang masih berlangsung. Keberadaan drone dalam operasi militer memang menjadi salah satu elemen krusial, namun penggunaannya untuk menargetkan warga sipil secara sengaja adalah pelanggaran berat terhadap konvensi perang.

Para pengamat militer dan organisasi hak asasi manusia telah berulang kali menyuarakan keprihatinan atas penggunaan teknologi drone dalam konflik Ukraina. Selain untuk tujuan pengintaian dan serangan militer, ada kekhawatiran mengenai potensi penyalahgunaannya yang dapat membahayakan non-kombatan. Insiden ini kembali menegaskan urgensi untuk memastikan akuntabilitas atas setiap tindakan yang melanggar hukum internasional di medan perang.

Bagikan: Facebook X WhatsApp