Jakarta, CNN Indonesia – Tim nasional Brasil berhasil melangkah pasti ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah melewati adangan Jepang dalam laga sengit babak 32 besar. Kemenangan dramatis dengan skor 2-1 ini ditentukan oleh gol krusial dari Gabriel Martinelli di masa injury time, yang masuk dari bangku cadangan dan langsung memberikan dampak signifikan bagi Selecao. Pertandingan yang berlangsung penuh ketegangan ini menjadi bukti bahwa Brasil memiliki kedalaman skuad yang mumpuni di bawah arahan pelatih Carlo Ancelotti.
Sejak peluit awal dibunyikan, Jepang menunjukkan determinasi tinggi untuk memberikan perlawanan. Tim Samurai Biru, yang dikenal dengan organisasi permainan solid dan kecepatan serangan baliknya, bahkan berhasil mengejutkan tim Samba di babak pertama. Keunggulan Jepang tercipta melalui tendangan jarak jauh memukau dari Kaishu Sano yang tak mampu diantisipasi pertahanan Brasil, mengubah papan skor dan memberikan tekanan besar kepada tim favorit juara tersebut.
Memasuki babak kedua, Brasil langsung tancap gas berupaya menyamakan kedudukan. Kerja keras mereka akhirnya membuahkan hasil di menit ke-56. Gelandang bertahan senior, Casemiro, tampil sebagai penyelamat awal dengan sundulan terukurnya yang memanfaatkan umpan silang akurat dari Gabriel Magalhaes. Gol Casemiro ini mengembalikan semangat juang para pemain Brasil dan membuat kedudukan kembali imbang 1-1, membuka kembali asa untuk lolos tanpa harus melalui babak perpanjangan waktu.
Menyadari perlunya suntikan energi baru di lini serang, pelatih Carlo Ancelotti segera melakukan perubahan strategis. Sebelumnya, Ancelotti telah memasukkan Endrick di awal babak kedua untuk menambah daya gedor. Pada menit ke-66, giliran Gabriel Martinelli yang dipanggil dari bangku cadangan, menggantikan Matheus Cunha. Keputusan Ancelotti ini menunjukkan visi taktisnya untuk mencari solusi di tengah kebuntuan yang dialami timnya.
Kehadiran Martinelli di lapangan segera memberikan dimensi baru dalam serangan Brasil. Pemain sayap lincah ini dikenal dengan kecepatan, dribel, dan kemampuan penyelesaian akhir yang mematikan. Perubahan ini terbukti sangat efektif saat pertandingan memasuki masa-masa krusial, di mana tensi permainan semakin memuncak dan kedua tim saling berupaya mencetak gol kemenangan.
Momen penentu datang di masa injury time, ketika banyak pihak mulai memikirkan potensi perpanjangan waktu. Gabriel Martinelli sekali lagi membuktikan insting golnya yang tajam. Menerima umpan terobosan cerdik dari Bruno Guimaraes di dalam kotak penalti, Martinelli dengan tenang melepaskan tembakan keras yang tidak mampu dihalau oleh kiper Jepang, Zion Suzuki. Gol tersebut secara dramatis mengubah kedudukan menjadi 2-1 untuk keunggulan Brasil, hanya beberapa saat sebelum laga berakhir.
Sorak sorai kegembiraan langsung meledak dari bangku cadangan dan para suporter Brasil. Gol Martinelli bukan hanya memastikan kemenangan, tetapi juga menghindarkan tim dari potensi babak perpanjangan waktu yang menguras energi. Skor 2-1 untuk Brasil bertahan hingga peluit panjang dibunyikan, mengukuhkan langkah mereka ke babak 16 besar Piala Dunia 2026. Martinelli pun sah dinobatkan sebagai pahlawan kemenangan Timnas Brasil dalam pertandingan yang penuh tekanan ini.
Kemenangan ini menjadi sinyal penting bagi Brasil dalam perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Meski sempat tertinggal dan menghadapi perlawanan sengit dari Jepang, mental juara dan kualitas individu para pemain terbukti menjadi kunci. Peran para pemain pengganti, terutama Gabriel Martinelli, menunjukkan kedalaman skuad dan kecerdasan taktis Carlo Ancelotti dalam membaca jalannya pertandingan. Hasil ini tentu akan menjadi modal berharga bagi Selecao untuk menghadapi tantangan yang lebih berat di babak 16 besar dan seterusnya, di mana setiap laga adalah penentuan.










