Drama Grup G Piala Dunia: Belgia Pukul Selandia Baru 5-1, Lolos ke Babak 32 Besar dengan Status Juara Grup

Danu Ilham

Timnas Belgia menunjukkan dominasi penuh di laga terakhir Grup G Piala Dunia dengan menghancurkan Selandia Baru 5-1. Kemenangan telak ini memastikan ‘Setan Merah’ melaju ke babak 32 besar sebagai juara grup, sekaligus memupuskan harapan ‘All Whites’ untuk melanjutkan petualangan mereka di turnamen akbar sepak bola empat tahunan ini. Leandro Trossard menjadi bintang lapangan dengan sumbangan dua gol krusial dalam pertandingan yang berlangsung sengit tersebut.

Dengan hasil ini, Belgia kokoh di puncak klasemen Grup G dengan koleksi lima poin dari tiga pertandingan. Mereka unggul selisih gol dari Mesir yang juga mengumpulkan lima poin setelah bermain imbang 1-1 melawan Iran di pertandingan lain. Iran finis di posisi ketiga dengan tiga poin, sementara Selandia Baru harus puas di dasar klasemen dengan hanya mengantongi satu poin. Status juara grup ini menempatkan Belgia dalam posisi menguntungkan untuk menghadapi salah satu dari delapan tim peringkat ketiga terbaik di babak 32 besar mendatang.

Leandro Trossard, penyerang berusia 31 tahun, tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya atas performa tim dan pencapaian ini. "Kami telah tampil sangat baik. Kami senang sekarang karena kami nomor satu. Sekarang kami harus melangkah ke babak 32 besar, dan kami semua siap untuk memberikan yang terbaik," ujar Trossard pasca pertandingan. Ia juga menambahkan bahwa euforia kemenangan ini pasti dirasakan oleh para penggemar di Belgia. "Orang-orang di Belgia sangat bahagia. Banyak orang menonton pertandingan ini. Suasana untuk pertandingan selanjutnya pasti akan luar biasa di negara saya karena kami akan melangkah ke tahap berikutnya. Saya merasa sangat baik. Saya pikir kami semakin berkembang di turnamen ini, termasuk saya sendiri."

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Belgia langsung tancap gas dan mendominasi jalannya pertandingan. Mereka menguasai sebagian besar penguasaan bola dan menjadi satu-satunya tim yang terus-menerus mengancam gawang lawan di babak pertama. Trossard hampir saja membuka keunggulan pada menit ke-11, namun sayang tembakannya membentur tiang gawang dan bola memantul keluar area berbahaya.

Beberapa menit berselang, Belgia sempat dianugerahi tendangan penalti setelah bek Selandia Baru, Finn Surman, dianggap menyentuh bola dengan tangan saat menghalau tembakan Trossard. Namun, setelah tinjauan Video Assistant Referee (VAR), wasit menganulir keputusan tersebut, menyatakan bahwa posisi lengan Surman berada dalam posisi alami dan tidak disengaja. Keputusan ini sempat membuat para pemain Belgia kecewa, namun mereka tak mengendurkan serangan.

Tekanan Belgia akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-28. Trossard sukses mengonversi umpan silang akurat dari Kevin De Bruyne dari jarak dekat, menyelesaikan sebuah pergerakan tim yang apik untuk memecah kebuntuan. Gol ini memberikan kelegaan bagi skuat ‘Setan Merah’ dan semakin meningkatkan kepercayaan diri mereka.

Memasuki babak kedua, Belgia tidak mengendurkan serangan. Trossard kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-50, menggandakan keunggulan Belgia. Lagi-lagi, kerja sama apik dengan De Bruyne menjadi kunci. Trossard berhasil menguasai umpan terobosan De Bruyne dengan dadanya, lalu melepaskan tendangan voli keras dari jarak dekat yang tak mampu dibendung kiper Selandia Baru.

Selandia Baru sempat memberikan perlawanan dan mengancam gawang Belgia pada menit ke-54 ketika Eli Just memaksa kiper Thibaut Courtois melakukan penyelamatan penting. Courtois harus terbang rendah untuk menepis tembakan pertama Selandia Baru yang mengarah ke gawang. Namun, momentum singkat tersebut segera dipatahkan oleh Belgia.

Kevin De Bruyne tidak lama kemudian menambah gol ketiga untuk Belgia. Gelandang berusia 34 tahun ini melepaskan tembakan rendah dari tepi kotak penalti setelah menerima umpan dari Trossard. Dengan sekali sentuhan ke kaki kirinya, De Bruyne langsung melepaskan tendangan keras ke sudut bawah gawang. Gol ini sekaligus menorehkan sejarah bagi De Bruyne sebagai pemain tertua yang mencetak gol untuk Belgia di ajang Piala Dunia.

Selandia Baru memang berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Eli Just pada menit ke-84, memberikan sedikit harapan dan mengurangi margin kekalahan. Namun, Romelu Lukaku, yang masuk sebagai pemain pengganti, segera mengembalikan keunggulan tiga gol Belgia dengan sundulan bertenaga tak lama setelah gol Just. Lukaku, yang berusia 33 tahun, juga menorehkan rekor penting. Gol tersebut menjadikannya pencetak gol terbanyak Belgia di Piala Dunia dengan total enam gol, melampaui rekor Marc Wilmots. Pesta gol Belgia ditutup oleh gol kelima di masa tambahan waktu yang dicetak oleh Alexis Saelemaekers, juga pemain pengganti. Gol ini semakin menggenapkan malam yang menyedihkan bagi Selandia Baru, yang hingga kini masih harus menunggu kemenangan pertama mereka di Piala Dunia.

Pelatih Selandia Baru, Darren Bazeley, mengakui bahwa hasil ini sangat menyakitkan. "Hasil ini menyakitkan," kata Bazeley. "Saya bangga dengan performa dan kerja keras tim. Kami harus berhadapan dengan tim yang sangat bagus untuk jangka waktu yang sangat lama hari ini." Meski demikian, Bazeley melihat sisi positif dari pengalaman ini. "Pengalaman ini akan membuat kami lebih baik. Turnamen berikutnya, kami akan jauh lebih tangguh. Ini masih jauh dan memang menyakitkan sekarang karena kami datang untuk lolos dari grup dan kami belum melakukannya, tetapi kami memiliki peluang untuk melakukannya."

Bagi Belgia, kemenangan telak ini menjadi suntikan moral yang besar untuk menghadapi fase gugur. Dengan barisan pemain bintang yang tampil solid dan semakin padu, ‘Setan Merah’ siap menatap babak 32 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara itu, Selandia Baru harus kembali ke rumah dengan pelajaran berharga dan tekad untuk mempersiapkan diri lebih baik lagi di turnamen-turnamen mendatang. Perjalanan mereka di Piala Dunia tahun ini memang telah berakhir, namun semangat juang ‘All Whites’ tetap patut diapresiasi.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All