Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian menyoroti rencana pembentukan satuan tugas khusus oleh Presiden Prabowo Subianto. Satgas yang melibatkan dosen dan peneliti ini dikhawatirkan memicu tumpang tindih kewenangan.
Kekhawatiran itu muncul karena peran satgas berpotensi beririsan dengan tugas pokok BRIN serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Hetifah menegaskan lembaga riset saat ini sebenarnya sudah mencukupi secara struktur organisasi.
Persoalan utama ekosistem riset nasional menurutnya bukan pada jumlah lembaga. Masalah mendasar terletak pada aspek koordinasi dan implementasi kebijakan di lapangan.
Politikus Partai Golkar ini mendukung niat pemerintah memperkuat pengambilan kebijakan berbasis ilmu pengetahuan. Keterlibatan akademisi memang krusial bagi landasan pembangunan nasional yang lebih solid.
Namun, ia mengingatkan agar pembentukan satgas tidak sekadar menambah tumpukan birokrasi. Pengalaman menunjukkan banyak satgas sebelumnya gagal mencapai target yang ditetapkan.
Efektivitas sebuah satgas sangat bergantung pada desain kelembagaan yang matang. Tujuan harus jelas dengan masa kerja terbatas serta indikator keberhasilan terukur.
Mekanisme tindak lanjut atas rekomendasi satgas juga harus dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai satgas hanya menjadi forum diskusi tanpa dampak nyata.
Hetifah menyarankan komposisi satgas mencerminkan keberagaman disiplin ilmu dan wilayah. Pelibatan peneliti muda juga penting untuk menghasilkan perspektif yang lebih komprehensif.
Hingga kini, Komisi X belum menerima penjelasan resmi terkait desain mekanisme satgas tersebut. Pemerintah diminta transparan agar fungsi pengawasan DPR dapat berjalan optimal.
Transparansi diperlukan jika satgas berdampak pada kebijakan, anggaran, maupun kelembagaan terkait. Hetifah berharap pemerintah segera memberikan klarifikasi mendalam kepada pihak legislatif.
Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menginstruksikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto membentuk kelompok kerja ini. Instruksi diberikan seusai pertemuan tertutup dengan para rektor dan dosen.
Brian menjelaskan satgas ini akan diisi oleh guru besar dan peneliti dari perguruan tinggi maupun BRIN. Tujuannya adalah mempercepat pencapaian target kebijakan strategis pemerintah di berbagai kementerian.
Pernyataan tersebut disampaikan Brian seusai penutupan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri di Jakarta, Ahad, 28 Juni 2026. Pemerintah kini tengah menyusun langkah konkret untuk merealisasikan arahan Presiden tersebut.
Publik kini menanti bagaimana pemerintah menyeimbangkan antara urgensi riset dengan efisiensi birokrasi. Kejelasan struktur satgas menjadi kunci agar sinergi antarlembaga tetap terjaga di masa depan.











