Dorong Ekonomi Nasional, INA Kucurkan Investasi Rp74,5 Triliun ke Lima Sektor Strategis

Rini Widiyarti

Indonesia Investment Authority (INA) terus memperkuat perannya dalam memacu pertumbuhan ekonomi domestik. Lembaga pengelola dana abadi nasional ini telah merealisasikan investasi sebesar Rp74,5 triliun.

Dana tersebut disalurkan untuk memperkuat lima lini sektor utama. Fokus utamanya mencakup transportasi, energi hijau, digital, kesehatan, serta material maju.

Hingga pertengahan 2026, INA menggandeng mitra investasi global. Total nilai investasi yang direalisasikan setara dengan 4,7 miliar dolar AS.

Kontribusi modal dari INA sendiri mencapai Rp33,3 triliun. Sementara sisanya sebesar Rp41,2 triliun berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA).

Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, menyebut langkah ini krusial. Investasi disusun untuk merespons kebutuhan pembangunan sekaligus menarik minat pemodal internasional.

Di tengah ekonomi global yang kompleks, INA menjaga tata kelola disiplin. Fokusnya adalah menciptakan nilai jangka panjang bagi kemajuan pembangunan nasional.

Sektor transportasi dan logistik menerima porsi investasi terbesar. Alokasinya mencapai 44 persen dari total portofolio pendanaan yang dikelola lembaga tersebut.

Dana ini digunakan membangun jalan tol sepanjang 250 kilometer. Selain itu, terdapat pembangunan fasilitas pelabuhan dan kawasan logistik modern luas.

Bidang digital dan kecerdasan buatan menyusul dengan porsi 29,5 persen. Fokusnya meliputi menara telekomunikasi, serat optik, hingga pusat data hyperscale.

INA juga mendukung pengembangan energi hijau lewat panas bumi. Fasilitas ini memproduksi 395 GWh listrik bersih setiap bulannya bagi masyarakat.

Pada sektor kesehatan, INA membangun fasilitas fraksionasi plasma darah pertama. Proyek ini memiliki kapasitas olah hingga 600.000 liter plasma per tahun.

Sementara di bidang material maju, INA memacu produksi katoda baterai. Platform produksi katoda Lithium Iron Phosphate kini terus ditingkatkan kapasitasnya.

Produksi ditargetkan mencapai 260.000 ton pada tahun 2027 mendatang. Hal ini memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global kendaraan listrik.

Kini total aset kelolaan INA mencapai Rp146,2 triliun. Angka ini melonjak hampir dua kali lipat sejak institusi tersebut mulai beroperasi.

Sejauh ini, INA mengamankan komitmen investasi 25 miliar dolar AS. Dana tersebut datang dari 40 mitra strategis di 15 negara dunia.

Mitra tersebut mencakup dana pensiun, perusahaan asuransi, hingga manajer aset. Sinergi ini diharapkan terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All