Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ide tak terduga saat menghadiri resepsi FIFA di Manhattan, New York, pada Jumat (17/7). Dalam sebuah pernyataan yang bersifat santai, Trump mengusulkan agar Amerika Serikat dan Tiongkok dapat berkolaborasi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Piala Dunia FIFA di masa mendatang.
Usulan unik ini disampaikan Trump di hadapan para petinggi FIFA. Meskipun belum ada detail lebih lanjut mengenai keseriusan tawaran tersebut, gagasan ini menarik perhatian mengingat hubungan bilateral antara kedua negara adidaya tersebut yang kerap diwarnai dinamika.
Trump mengemukakan keinginannya ini sebagai bentuk apresiasi terhadap potensi besar yang dimiliki kedua negara dalam menyelenggarakan acara olahraga berskala internasional. Ia melihat bahwa kolaborasi antara Amerika Serikat dan Tiongkok dapat menjadi simbol persatuan dan kerja sama global melalui sepak bola.
Sebelumnya, Amerika Serikat telah berpengalaman menjadi tuan rumah Piala Dunia FIFA pada tahun 1994. Sementara itu, Tiongkok juga telah menunjukkan kapasitasnya dalam menggelar acara olahraga besar, termasuk Olimpiade Musim Dingin 2022 di Beijing.
Pernyataan Trump ini muncul di tengah berbagai persiapan dan diskusi mengenai tuan rumah Piala Dunia FIFA di masa depan. FIFA sendiri terus menjajaki berbagai opsi dan kandidat potensial untuk menjadi tuan rumah ajang sepak bola terbesar di dunia ini, yang memiliki dampak ekonomi dan sosial yang signifikan.
Meskipun masih dalam tahap wacana dan bersifat candaan, usulan Trump ini membuka ruang diskusi baru mengenai format dan kolaborasi antarnegara dalam penyelenggaraan event olahraga internasional. Ke depannya, menarik untuk dinantikan bagaimana respons dari FIFA dan negara-negara terkait terhadap ide yang disampaikan oleh Presiden Amerika Serikat tersebut.
