Sunday, 9 August 2026
BREAKING
OTOMOTIF

Donald Trump Sindir Pengendara Mobil Listrik Terkait Kekhawatiran Jarak Tempuh

Oleh Emanuel August 9, 2026 57 minutes lalu 0 komentar

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan pernyataan kontroversial, kali ini menyasar para pengguna mobil listrik. Dalam pidatonya, Trump menyebut bahwa pengendara mobil listrik memiliki ‘penyakit’ yang berkaitan erat dengan kekhawatiran akan keterbatasan jarak tempuh kendaraan mereka.

Pernyataan ini disampaikan oleh Trump saat berbicara di hadapan para pendukungnya. Ia mengaitkan ‘penyakit’ tersebut dengan kecemasan yang kerap dialami oleh pemilik mobil listrik, yaitu tentang seberapa jauh kendaraan mereka dapat berjalan sebelum baterai perlu diisi ulang. Kekhawatiran akan ‘range anxiety’ ini memang menjadi salah satu isu yang kerap disuarakan oleh para kritikus mobil listrik.

Trump secara spesifik menyinggung bahwa masalah ini menjadi beban mental bagi para penggunanya. Ia tidak merinci lebih lanjut mengenai jenis penyakit atau dampaknya, namun fokus utamanya adalah pada aspek psikologis yang timbul akibat keterbatasan teknologi pada masa awal pengembangannya. Pernyataan ini muncul di tengah perdebatan yang terus berlangsung mengenai masa depan industri otomotif dan peran mobil listrik di dalamnya.

Meskipun demikian, Trump tidak memberikan data atau bukti spesifik yang mendukung klaimnya mengenai ‘penyakit’ yang diderita oleh pengendara mobil listrik. Pernyataannya lebih bersifat retoris dan digunakan untuk menyoroti pandangannya yang skeptis terhadap adopsi kendaraan listrik secara luas. Ia kerap kali menyuarakan dukungannya terhadap industri otomotif tradisional yang menggunakan bahan bakar fosil.

Pernyataan Trump ini berpotensi memicu kembali perdebatan publik mengenai kelebihan dan kekurangan mobil listrik. Di satu sisi, para pendukung mobil listrik menekankan manfaat lingkungan dan efisiensi biaya operasional. Di sisi lain, kekhawatiran mengenai infrastruktur pengisian daya, biaya awal yang lebih tinggi, dan tentu saja, jarak tempuh, masih menjadi pertimbangan bagi sebagian konsumen.

Bagikan: Facebook X WhatsApp