Daftar nominasi Ballon d’Or tahun ini menyoroti kurangnya representasi pemain menyerang dari Liga Primer Inggris. Hanya Bruno Fernandes dari Manchester United dan Erling Haaland dari Manchester City yang masuk dalam daftar 16 penyerang terbaik dunia, sebuah refleksi dari musim yang cenderung mengutamakan kekuatan fisik dan bola mati.
Absennya nama-nama seperti Cole Palmer, yang sebelumnya masuk nominasi pada 2025 namun terhalang cedera, semakin memperkuat gambaran ini. Ironisnya, tidak ada satu pun penyerang dari tim juara Liga Primer musim lalu yang berhasil menembus daftar bergengsi ini. Hal ini mengindikasikan pergeseran gaya permainan di liga teratas Inggris yang lebih mengedepankan aspek fisik dan taktik bola mati, meninggalkan sedikit ruang bagi kejeniusan lini depan.
Arsenal, yang keluar sebagai juara liga, memang memiliki tiga wakilnya dalam daftar nominasi, namun ketiganya, yakni Gabriel Magalhães, Declan Rice, dan William Saliba, adalah pemain bertahan. Meskipun performa mereka impresif, lini serang Arsenal tampaknya belum dianggap sebagai yang elit di kancah global. Cedera yang menimpa Martin Ødegaard, Kai Havertz, dan Bukayo Saka juga turut berperan dalam membatasi fluiditas serangan mereka.
Lebih jauh lagi, gaya permainan Arsenal musim lalu, meski dihormati karena kekokohan pertahanannya, tidak sepenuhnya memikat para penikmat sepak bola netral. Ada argumen yang menyatakan bahwa kurangnya ambisi setelah unggul 1-0 dalam beberapa pertandingan, termasuk potensi kemenangan atas Paris Saint-Germain di final Liga Champions, menjadi titik lemah yang perlu dievaluasi.
Namun, di tengah minimnya sorotan terhadap penyerang Liga Primer di Ballon d’Or kali ini, harapan untuk masa depan mulai terlihat. Musim 2026-27 diprediksi akan menampilkan wajah yang berbeda, di mana para penyerang dari liga Inggris berpotensi kembali bersinar dan mendapatkan pengakuan yang layak di panggung dunia.
