Pemain Tim Nasional Belgia, Jeremy Doku, menyatakan bahwa dirinya tidak memiliki dendam terhadap seorang jurnalis yang sempat mengkritik keputusannya untuk meninggalkan pemusatan latihan tim di Piala Dunia 2022 demi mendampingi kelahiran anak pertamanya. Sikap Doku ini menunjukkan kedewasaan dalam menghadapi kritik, terutama di tengah momen penting bagi tim nasional dan kehidupan pribadinya.
Kontroversi kecil ini mencuat saat Doku memutuskan untuk meninggalkan skuad Belgia selama beberapa waktu. Keputusan tersebut menuai komentar negatif dari seorang jurnalis yang menilai hal itu tidak pantas dilakukan di tengah turnamen akbar. Namun, Doku sendiri memilih untuk merespons dengan sikap terbuka dan tidak menyimpan rasa kesal.
Dalam pernyataannya, Doku secara tegas menyampaikan bahwa ia sama sekali tidak merasa keberatan atau menentang jurnalis tersebut. Ia memahami bahwa setiap orang memiliki pandangan dan hak untuk berpendapat. “Saya tidak menentang jurnalis itu,” ujar Doku, menegaskan sikapnya yang lapang dada. Ia menambahkan, “Saya mengerti bahwa ada orang yang berpendapat berbeda.”
Keputusan Doku untuk meninggalkan kamp timnas sempat menjadi sorotan publik. Namun, ia berpegang teguh pada prinsipnya untuk memprioritaskan momen spesial dalam kehidupan keluarganya. Kehadiran sang buah hati tentu menjadi peristiwa yang tak ternilai harganya, bahkan di tengah kesibukan kompetisi internasional.
Doku, yang saat itu membela timnas Belgia di ajang Piala Dunia 2022, menunjukkan bahwa keseimbangan antara karier profesional dan kehidupan pribadi dapat dikelola dengan baik. Sikapnya ini patut diapresiasi, terlebih dalam dunia olahraga yang seringkali menuntut dedikasi penuh.
Lebih lanjut, Doku menggarisbawahi bahwa ia tidak melihat adanya masalah serius dari kritik yang dilontarkan. Baginya, yang terpenting adalah bagaimana ia menjalani perannya sebagai pemain sepak bola sekaligus sebagai ayah. Ia tidak ingin masalah kecil seperti ini mengganggu fokus dan konsentrasinya, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Respon Doku ini sekaligus menjadi contoh bagaimana seorang publik figur dapat menyikapi kritik yang datang. Alih-alih terpancing emosi, ia memilih untuk bersikap dewasa dan tetap fokus pada hal-hal yang lebih penting. Keputusan untuk mendampingi kelahiran anaknya menunjukkan prioritas Doku yang tidak hanya tertuju pada sepak bola, tetapi juga pada nilai-nilai keluarga.
