Selebgram Dilan Janiyar secara tegas membantah isu rujuk dengan mantan suaminya. Ia mengklarifikasi bahwa interaksi yang terjalin saat ini murni didasari oleh tanggung jawab bersama dalam membesarkan buah hati mereka. Pernyataan ini disampaikan Dilan saat ditemui di kawasan Studio Trans TV, Mampang, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/6/2026).
"Aku berhubungan baik dengan mantan kan, bukan berarti aku jadi CLBK lagi atau cinlok lagi dong," ujar Dilan Janiyar, menggarisbawahi bahwa kedekatan yang ada saat ini tidak menandakan adanya kembali hubungan romantis. Ia menjelaskan bahwa keputusan untuk menjaga komunikasi yang sehat diambil secara sadar, demi memastikan sang anak tidak kehilangan figur seorang ayah dalam proses tumbuh kembangnya.
"Karena anak juga butuh sosok bapaknya. Cuma bukan berarti kita jadi berhubungan apa, jadi ada hubungan percintaan lagi gitu," tambahnya. Dilan menegaskan bahwa fokus utamanya adalah kesejahteraan anak, yang memerlukan kehadiran kedua orang tua, meskipun tidak lagi dalam ikatan pernikahan.
Mantan pasangan suami istri ini dilaporkan telah mencapai titik kedewasaan yang matang, sehingga interaksi yang terjadi kini berlangsung netral tanpa adanya perselisihan masa lalu. Komunikasi yang terjalin dikatakannya berjalan lancar, menunjukkan kematangan emosional kedua belah pihak dalam menghadapi situasi pasca-perceraian.
"Gak ada tendensi yang kayak mengarah ke arah yang kayak masih balas dendam, atau apa segala macam tuh nggak ada. Jadi dua pihak, juga menurut aku udah sama-sama dewasa dan udah sama-sama ikhlas gitu ya. Kita begini karena anak aja," ungkap Dilan. Sikap saling pengertian dan keikhlasan ini menjadi fondasi penting bagi mereka dalam menjalankan peran sebagai orang tua tunggal bagi anak mereka.
Lebih lanjut, Dilan Janiyar juga menyinggung mengenai urusan finansial dan nafkah. Ia membenarkan bahwa mantan suaminya tetap bertanggung jawab secara konsisten dalam memenuhi kewajiban finansialnya, tanpa perlu diminta oleh Dilan. Hal ini menunjukkan adanya komitmen yang kuat dari pihak mantan suami untuk tetap berperan dalam kehidupan anak mereka, terlepas dari status pernikahan mereka yang telah berakhir.
Kabar mengenai kedekatan kembali Dilan Janiyar dengan mantan suaminya memang sempat beredar di kalangan publik. Beberapa kali keduanya terlihat bersama, memicu spekulasi bahwa mereka mungkin akan kembali merajut rumah tangga. Namun, klarifikasi langsung dari Dilan ini membantah segala asumsi tersebut dan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai hubungan mereka saat ini.
Peran orang tua pasca-perceraian seringkali menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pasangan. Menjaga komunikasi yang baik dan menempatkan kepentingan anak di atas segalanya adalah kunci untuk memastikan anak tetap tumbuh dalam lingkungan yang stabil dan penuh kasih sayang. Kasus Dilan Janiyar ini menjadi salah satu contoh bagaimana mantan pasangan dapat berkolaborasi demi kebaikan buah hati mereka, meskipun hubungan asmara telah usai.
Kematangan emosional dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai orang tua menjadi poin penting yang ditonjolkan oleh Dilan. Hal ini menunjukkan bahwa perceraian bukanlah akhir dari segalanya, melainkan awal dari fase baru dalam kehidupan, di mana fokus utama beralih pada peran sebagai ayah dan ibu yang bertanggung jawab. Komunikasi yang terbuka dan saling menghargai antar mantan pasangan dapat menciptakan lingkungan yang positif bagi perkembangan anak.
Pentingnya figur ayah dalam tumbuh kembang anak tidak dapat dipungkiri. Dengan tetap menjaga komunikasi dan interaksi yang sehat, Dilan Janiyar berusaha memastikan bahwa anaknya tidak kehilangan sosok penting ini. Sikap dewasa dan ikhlas yang ditunjukkan oleh Dilan dan mantan suaminya patut diapresiasi sebagai langkah positif dalam menghadapi realitas kehidupan pasca-perceraian.
Keputusan untuk tetap menjaga hubungan baik dengan mantan pasangan demi anak juga mencerminkan kemajuan dalam pemahaman masyarakat tentang dinamika keluarga modern. Kini, fokus tidak lagi hanya pada keutuhan pernikahan, tetapi juga pada kualitas hubungan orang tua-anak, terlepas dari status pernikahan orang tua mereka.
Klarifikasi Dilan Janiyar ini diharapkan dapat meluruskan berbagai spekulasi yang beredar dan memberikan pandangan yang lebih jernih mengenai situasinya. Ia menunjukkan bahwa hubungan pasca-perceraian dapat dijalani dengan cara yang dewasa dan bertanggung jawab, terutama ketika ada anak yang menjadi prioritas utama.











