Thursday, 30 July 2026
BREAKING
BERITA

Detak Jantung Lambat: Pusing dan Sesak Napas Jadi Sinyal Awal Kebutuhan Pacemaker

Oleh Emanuel July 30, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Pusing dan sesak napas mendadak bisa menjadi indikasi awal adanya masalah detak jantung yang melambat, atau bradikardia. Kondisi ini, yang ditandai dengan denyut nadi di bawah 60 kali per menit bagi orang dewasa, seringkali memerlukan intervensi medis berupa pemasangan alat pacu jantung (pacemaker).

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Dr. Dicky Arminto, Sp.JP(K), FAsCC, FAPSIC, menegaskan bahwa gejala-gejala tersebut tidak boleh diabaikan. “Jika merasakan pusing, lemas, mudah lelah, atau bahkan sampai sesak napas saat beraktivitas ringan, itu bisa menjadi sinyal bahwa jantung Anda tidak memompa darah secara optimal karena irama yang terlalu lambat,” jelas Dr. Dicky dalam keterangan pers yang diterima pada Rabu (22/5/2024).

Bradikardia dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk gangguan pada sistem kelistrikan jantung, efek samping obat-obatan tertentu, atau kondisi medis lain seperti hipotiroidisme. Ketika jantung berdetak terlalu lambat, organ-organ tubuh tidak mendapatkan pasokan oksigen yang cukup, yang kemudian memicu timbulnya gejala-gejala yang mengganggu.

Dalam kasus yang parah, bradikardia dapat menyebabkan pingsan mendadak atau bahkan henti jantung. Oleh karena itu, diagnosis dini dan penanganan yang tepat sangat krusial. Alat pacu jantung (pacemaker) adalah alat medis elektronik yang ditanamkan di bawah kulit, biasanya di area dada, untuk membantu mengatur irama jantung. Alat ini bekerja dengan mengirimkan impuls listrik ke jantung ketika mendeteksi detak yang terlalu lambat atau tidak teratur.

Pemasangan pacemaker merupakan prosedur yang relatif aman dan telah banyak dilakukan. Setelah pemasangan, pasien biasanya akan menjalani masa pemulihan dan kontrol rutin untuk memantau kinerja alat pacu jantung serta kondisi kesehatan jantung secara keseluruhan. Penting bagi individu yang mengalami gejala-gejala bradikardia untuk segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung guna mendapatkan evaluasi dan penanganan yang sesuai.

Bagikan: Facebook X WhatsApp