Demam AI Semakin Absurd, Kedai Sandwich Jersey Mike’s Ikut Jualan Narasi Kecerdasan Buatan Saat IPO

Herfansyah

Euforia kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) di pasar modal global kini mencapai titik yang cukup menggelitik. Fenomena ini terlihat jelas saat kedai sandwich ternama, Jersey Mike’s, resmi melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana (IPO).

Biasanya, perusahaan rintisan teknologi yang menggunakan jargon AI untuk menarik minat investor. Namun, kali ini sebuah bisnis kuliner yang mengandalkan Danny DeVito sebagai wajah promosi mereka pun ikut terseret tren tersebut dalam dokumen IPO mereka.

Berdasarkan penelusuran dokumen S-1 milik Jersey Mike’s, istilah kecerdasan buatan atau AI muncul sebanyak 22 kali. Padahal, inti bisnis perusahaan ini adalah menjual sandwich kapal selam, bukan perangkat lunak berbasis teknologi canggih.

Langkah ini dinilai sebagai upaya perusahaan untuk memenuhi ekspektasi investor yang sedang haus terhadap segala hal berbau AI. Tren ini bahkan sudah menjalar ke berbagai startup non-teknologi yang sedang berupaya mencari modal ventura.

Hal yang lebih menarik perhatian adalah penyebutan AI dalam bagian peringatan risiko investor di dokumen tersebut. Jersey Mike’s hanya menuliskan narasi singkat bahwa mereka mulai mengadopsi teknologi AI dalam operasional bisnisnya.

Pihak perusahaan tidak menjelaskan secara rinci dampak atau potensi bahaya penggunaan teknologi tersebut. Analis menilai langkah ini kemungkinan hanyalah prosedur standar atau boilerplate agar terlihat relevan dengan perkembangan zaman.

Sebenarnya, penggunaan perangkat lunak memang lumrah bagi bisnis waralaba. Dalam dokumen S-1, istilah software disebut sebanyak 52 kali, sementara data muncul hingga 112 kali. Namun, memasukkan AI ke dalam daftar risiko bisnis tetap terasa dipaksakan bagi sebuah kedai sandwich.

Kekhawatiran akan kegagalan teknologi di industri makanan sebenarnya bukan tanpa alasan. Sebelumnya, Starbucks pernah mengalami kerugian operasional setelah mencoba menerapkan alat inventaris berbasis AI yang justru tidak akurat dan menghambat kinerja barista.

Meski begitu, risiko kegagalan AI pada bisnis sandwich dinilai sangat kecil dibandingkan risiko operasional lainnya. Sebagai perbandingan, dokumen IPO tersebut hanya menyebutkan faktor cuaca sebanyak lima kali.

Fakta unik lainnya, ancaman tersambar petir—yang benar-benar pernah menimpa salah satu gerai Jersey Mike’s di Texas pada 2021—justru sama sekali tidak disebutkan dalam dokumen tersebut.

Kondisi ini mencerminkan betapa kuatnya obsesi pasar terhadap AI hingga perusahaan yang bergerak di sektor riil pun merasa perlu menyematkan label teknologi agar terlihat menarik. Fenomena Jersey Mike’s menjadi bukti bahwa batasan antara inovasi nyata dan sekadar ikut-ikutan tren kini semakin kabur di mata para investor.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All