Panggung akbar Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko semakin memanas dengan berakhirnya fase grup. Seiring rampungnya seluruh pertandingan Grup E pada Jumat (26/6) pagi WIB, daftar tim yang harus pulang lebih awal kini bertambah menjadi delapan negara. Curacao menjadi tim terakhir yang dipastikan tersingkir, menutup perjalanan debut mereka dengan catatan manis sekaligus pahit setelah gagal melangkah ke babak gugur.
Kekalahan 0-2 dari Pantai Gading dalam laga pamungkas Grup E menjadi penentu nasib Curacao. Hasil tersebut menenggelamkan tim besutan Dick Advocaat itu di dasar klasemen, mengubur impian mereka untuk melanjutkan kiprah di turnamen empat tahunan ini. Curacao hanya mampu mengumpulkan satu poin dari tiga pertandingan, yang diraih melalui hasil imbang tanpa gol melawan Ekuador. Mereka sebelumnya juga menelan kekalahan dari raksasa Eropa, Jerman, dan kemudian dari Pantai Gading.
Meski harus angkat koper, Curacao tidak pulang dengan tangan kosong. Keikutsertaan perdana mereka di Piala Dunia ini diwarnai dengan ukiran sejarah baru, yakni perolehan poin pertama mereka sepanjang partisipasi di ajang bergengsi ini. Momen penting itu terjadi saat mereka menahan imbang Ekuador. Penampilan heroik kiper Curacao, Eloy Room, juga patut dicatat. Ia berhasil melakukan 15 penyelamatan gemilang dalam pertandingan tersebut, sebuah rekor yang menunjukkan kegigihan timnya.
Di sisi lain, Ekuador yang menempati peringkat ketiga Grup E justru berhak melangkah ke babak 32 besar. Dengan perolehan empat poin, Ekuador masuk dalam daftar delapan tim peringkat tiga terbaik yang lolos ke fase gugur, sebuah keuntungan dari format baru Piala Dunia 2026 yang melibatkan 48 tim dan 12 grup. Jerman dan Pantai Gading, dua tim teratas di Grup E, juga memastikan diri lolos secara otomatis, melanjutkan persaingan menuju gelar juara.
Perubahan format turnamen menjadi 48 tim memang membawa dinamika tersendiri di fase grup. Dengan 12 grup yang masing-masing berisi empat tim, hanya juara dan runner-up grup yang otomatis melaju, ditambah delapan tim peringkat ketiga terbaik. Sistem ini memberikan harapan kedua bagi tim-tim yang mungkin kurang beruntung di grupnya, namun juga berarti persaingan yang lebih ketat untuk mengamankan posisi di antara peringkat ketiga terbaik. Bagi Curacao, meski meraih poin bersejarah, perbedaan gol dan perolehan poin tim lain membuat langkah mereka terhenti.
Curacao kini bergabung dengan tujuh negara lain yang sebelumnya sudah dipastikan tersingkir dari turnamen akbar ini. Daftar tim yang harus pulang lebih awal menunjukkan sebaran geografis yang beragam dari berbagai konfederasi. Dari zona CONCACAF, selain Curacao, ada Haiti dan Panama yang juga gagal melaju. Sementara itu, Turki dan Ceko mewakili UEFA sebagai tim yang harus mengakhiri perjalanan lebih awal. Dari konfederasi Afrika (CAF), Tunisia sudah dipastikan tersingkir, dan dari Asia (AFC), Yordania serta tuan rumah Piala Dunia 2022, Qatar, juga harus mengakui keunggulan lawan-lawan mereka.
Kegagalan sejumlah tim ini menggarisbawahi kerasnya persaingan di Piala Dunia. Setiap pertandingan menjadi krusial, dan sedikit kesalahan bisa berakibat fatal. Bagi negara-negara yang tersingkir, pengalaman ini akan menjadi pelajaran berharga untuk evaluasi dan persiapan di turnamen mendatang. Sementara itu, bagi tim-tim yang berhasil melaju ke babak 32 besar, tantangan yang lebih berat sudah menanti. Peta persaingan di fase gugur kini semakin jelas, menjanjikan duel-duel sengit yang akan memperebutkan tiket ke perempat final Piala Dunia 2026.











