Tuesday, 18 August 2026
BREAKING
BERITA

China Kecam Pidato PM Jepang, Tuntut Refleksi Sejarah Perang

Oleh Emanuel August 18, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Beijing melontarkan kritik tajam terhadap pidato Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida yang disampaikan pada peringatan kekalahan Jepang dalam Perang Dunia II. Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, pada Senin (15/8) mendesak Jepang untuk “mengakui dan merenungkan secara mendalam” sejarah agresi masa lalu, bukannya membuat pernyataan yang dapat memicu ketegangan regional.

Pernyataan keras ini muncul setelah Kishida pada hari Minggu (14/8) berjanji untuk tidak mengulangi kengerian perang, namun ia tidak secara eksplisit menyebutkan penyesalan atas agresi Jepang. Pidatonya di Tokyo pada acara peringatan 77 tahun kekalahan Jepang ini menjadi sorotan, terutama mengenai sikap Jepang terhadap warisan masa lalunya.

Mao Ning menegaskan bahwa Jepang harus belajar dari sejarah dan mengambil jalan pembangunan damai. Ia menekankan pentingnya Jepang untuk “menghormati perasaan masyarakat di negara-negara Asia yang menderita akibat agresi Jepang”. Pernyataan ini menyiratkan kekhawatiran Beijing bahwa Jepang belum sepenuhnya bertanggung jawab atas kejahatan perang yang dilakukannya.

Kritik dari China ini bukan kali pertama terjadi. Hubungan antara kedua negara Asia Timur ini kerap diwarnai oleh isu-isu sejarah, termasuk sengketa wilayah dan pandangan yang berbeda mengenai interpretasi sejarah perang. Kunjungan pejabat Jepang ke Kuil Yasukuni, yang didedikasikan untuk para korban perang Jepang termasuk penjahat perang Kelas A, juga seringkali memicu protes dari China dan Korea Selatan.

Dalam pidatonya, Kishida menyatakan komitmennya untuk “memperkuat upaya menuju perdamaian dunia dan tidak akan pernah lagi mengulangi kengerian perang”. Namun, bagi China, pernyataan tersebut belum cukup tanpa adanya pengakuan dan penyesalan yang lebih jelas atas tindakan Jepang selama Perang Dunia II. Beijing berharap Jepang dapat menunjukkan sikap yang lebih konsisten dan bertanggung jawab dalam menghadapi warisan sejarahnya, demi terciptanya stabilitas dan perdamaian di kawasan Asia Pasifik.

Bagikan: Facebook X WhatsApp