Chelsea memulai era baru di bawah asuhan Xabi Alonso dengan kemenangan tipis 2-1 atas Fulham dalam laga derby London yang mendebarkan di Craven Cottage. Trio penyerang João Pedro, Cole Palmer, dan Morgan Rogers tampil gemilang, menjadi kunci keunggulan The Blues di pertandingan kompetitif pertama Alonso sebagai manajer.
Performa impresif ditunjukkan oleh barisan depan Chelsea. João Pedro membuka keunggulan bagi tim tamu, disusul oleh gol debut Morgan Rogers yang digaet dengan mahar fantastis £117 juta dari Aston Villa. Cole Palmer, yang baru saja melewatkan panggilan skuad Inggris untuk Piala Dunia, juga menunjukkan determinasi tinggi dengan kontribusi pentingnya.
Selain trio penyerang, bek tengah anyar senilai £52 juta, Maxence Lacroix, turut mencatatkan assist dalam pertandingan ini. Namun, di tengah sorotan performa positif, muncul sedikit perdebatan kecil mengenai selebrasi dingin khas nomor 10 yang diklaim oleh kedua pemain. Kemenangan ini tentu menjadi suntikan moral besar bagi Alonso dan para pemainnya.
Meskipun meraih poin penuh, Xabi Alonso menyadari masih ada area yang perlu dibenahi. Ia mengidentifikasi kebutuhan akan peningkatan performa di posisi penjaga gawang, mengingat penampilan Robert Sánchez yang dinilai belum optimal. Selain itu, Alonso juga mengkhawatirkan aspek kedewasaan tim dalam mengambil keputusan cerdas di lapangan.
Sementara itu, Fulham yang kini berada di bawah arahan Alvaro Arbeloa, menunjukkan perlawanan sengit dan sempat memberikan ancaman berarti. Mereka sejatinya pantas mendapatkan setidaknya satu poin atas penampilan apik yang mereka tunjukkan, meski akhirnya harus mengakui keunggulan Chelsea. Laga ini memberikan gambaran awal tentang potensi Fulham pasca-era Marco Silva.
