Penyerang tim nasional Amerika Serikat, Folarin Balogun, baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-25 dengan suasana yang tidak biasa. Alih-alih mendapatkan kado perayaan, ia justru harus menghadapi sorotan tajam setelah menerima kartu merah dalam laga babak 32 besar Piala Dunia melawan Bosnia dan Herzegovina.
Meski sempat mencetak gol pembuka dalam kemenangan 2-0 untuk Amerika Serikat, Balogun harus mengakhiri laga lebih cepat di babak kedua. Keputusan wasit Raphael Claus untuk mengusirnya keluar lapangan memicu perdebatan sengit di kalangan penggemar sepak bola dunia.
Berbicara saat sesi latihan di Seattle, Balogun mengaku telah berdamai dengan situasi tersebut. Ia dipastikan absen pada babak 16 besar melawan Belgia akibat hukuman larangan bertanding dalam satu laga.
Balogun mengungkapkan bahwa ia sempat merasa kesal, namun tetap berusaha bersikap tenang. Menurutnya, sebagai atlet profesional, ia memiliki tanggung jawab untuk memberikan contoh yang baik bagi anak-anak yang menonton pertandingan.
Ia tetap memilih bersalaman dengan wasit setelah pertandingan usai. Baginya, ketidakadilan di lapangan bukanlah alasan untuk bersikap tidak sopan kepada perangkat pertandingan.
Kejadian ini mendadak viral di media sosial Amerika Serikat. Sejumlah tokoh olahraga, termasuk quarterback NFL seperti Mac Jones dan Lamar Jackson, hingga akun media sosial populer, turut memberikan dukungan kepada sang pemain. Tagar FreeBalogun bahkan sempat menggema sebagai bentuk protes atas keputusan wasit yang dianggap terlalu keras.
Saat diminta menjelaskan insiden tersebut, Balogun tetap pada pendiriannya bahwa keputusan itu terlalu berlebihan. Ia menilai benturan dengan pemain Bosnia, Tarik Muharemovic, adalah hal yang tidak terelakkan dalam sepak bola.
Menurutnya, posisi kakinya saat itu tidak bisa dihindari. Ia merasa kartu kuning seharusnya sudah cukup untuk pelanggaran tersebut. Namun, ia memilih untuk tidak berlarut-larut dalam kekecewaan dan segera mengalihkan fokus pada pertandingan krusial melawan Belgia.
Absennya Balogun tentu menjadi kehilangan besar bagi skuad asuhan Mauricio Pochettino. Pasalnya, Balogun merupakan ujung tombak paling tajam bagi Amerika Serikat di turnamen ini.
Gelandang Tyler Adams menyatakan bahwa timnya harus tetap fleksibel menghadapi situasi ini. Ia yakin rekan-rekan setimnya, seperti Ricardo Pepi atau Haji Wright, siap untuk mengambil tanggung jawab di lini depan.
Kini, seluruh mata tertuju pada laga melawan Belgia. Meski tanpa mesin gol utama, tim Amerika Serikat bertekad untuk membuktikan bahwa mereka tetap mampu tampil solid dan menjaga asa melaju lebih jauh di ajang sepak bola paling bergengsi sejagat raya ini.











