Bosnia dan Herzegovina Ciptakan Sejarah, Lolos ke Babak Gugur Piala Dunia

Danu Ilham

Bosnia dan Herzegovina memastikan diri melaju ke babak gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka. Keberhasilan ini diraih setelah mereka mengandaskan perlawanan Qatar dalam laga penentu yang penuh drama dan emosi. Kemenangan ini tidak hanya mengamankan tiket ke fase gugur, tetapi juga menghapus asa Qatar untuk melangkah lebih jauh di turnamen akbar ini.

Momen krusial tercipta saat Ermin Mahmic mencetak gol ketiga bagi Bosnia dan Herzegovina, yang sekaligus menyegel kemenangan dan memastikan status mereka sebagai peringkat ketiga Grup B. Gol spektakuler dari pemain muda berusia 18 tahun, Kerim Alajbegovic, menjadi sorotan utama dalam pertandingan tersebut. Namun, gol Mahmic menjadi penegas kemenangan yang membawa Bosnia dan Herzegovina berpeluang menghadapi Amerika Serikat di babak 32 besar, yang akan digelar di Santa Clara, markas tim NFL San Francisco 49ers.

Pesta kemenangan pecah di lapangan usai peluit panjang dibunyikan. Sead Kolasinac, salah satu dari dua pemain yang pernah merasakan Piala Dunia bersama Bosnia dan Herzegovina pada tahun 2014, mengepalkan tangannya penuh kelegaan. Edin Dzeko, yang melakoni penampilan ke-150 untuk timnas, berangkulan erat dengan staf pelatih dan rekan-rekannya. Sementara itu, Ermin Mahmic, yang baru berusia 21 tahun dan hingga Mei lalu masih membela timnas Austria U-21, tak kuasa menahan air mata kebahagiaan. Euforia serupa juga terlihat di tribun penonton, di mana seorang suporter mengangkat syal biru-kuning kebanggaannya dengan bibir bergetar, sebelum akhirnya ikut serta dalam perayaan kemenangan. Momen itu semakin lengkap dengan sesi foto bersama skuad dan sorak-sorai pemain serta pendukung yang bergema, diiringi lagu "USA" dari band rock Bosnia, Dubioza Kolektiv.

Meskipun atmosfer penuh kegembiraan, pelatih Bosnia dan Herzegovina, Sergej Barbarez, tampil lebih tenang. Mengenakan setelan hitam yang rapi, ia menggambarkan rasa bahagianya dengan kata-kata yang terkendali. "Saat saya bahagia, saya tetap tenang, tidak melompat atau bernyanyi, tapi itu akan datang nanti, malam ini atau besok pagi," ujar Barbarez. "Ini luar biasa, tidak ada kata-kata yang bisa menggambarkan kebahagiaan saya saat ini. Saya adalah orang terbahagia di dunia bisa berada di panggung ini dan mewakili negara saya."

Barbarez menyadari potensi besar yang dimiliki Kerim Alajbegovic. Keputusannya untuk tidak menurunkan Alajbegovic sejak awal pada laga pembuka melawan Kanada sempat menuai pertanyaan. Namun, pemain muda ini terbukti menjadi motor penggerak Bosnia dan Herzegovina untuk mencapai titik ini. Alajbegovic sebelumnya tampil gemilang sebagai pemain pengganti yang mengubah jalannya pertandingan dalam kemenangan dramatis atas Wales dan Italia di babak playoff kualifikasi Piala Dunia. Ia sukses mengeksekusi penalti di kedua laga tersebut, termasuk tendangan penalti penentu yang membawa timnya lolos dari Cardiff.

"Ketika Anda memiliki pemain semuda dia dan melihat potensi yang dimilikinya, sulit untuk menempatkannya di waktu yang tepat," jelas Barbarez mengenai strateginya terhadap Alajbegovic. "Kami ingin meringankannya dari tekanan yang mungkin datang bahkan dari publik kami sendiri, ekspektasi yang ada. Kami memiliki banyak pemain muda, dan saya sangat percaya tim nasional ini baru saja memulai perjalanannya."

Bakat Alajbegovic tidak luput dari perhatian klub raksasa Jerman, Bayer Leverkusen. Terkesan dengan performanya bersama RB Salzburg musim lalu, Leverkusen mengaktifkan klausul pembelian kembali senilai 8 juta Euro (sekitar Rp 136 miliar) pada Maret lalu, mengikatnya dengan kontrak berdurasi lima tahun. Alajbegovic, yang kerap menjadi pemantik semangat dari bangku cadangan, kali ini menunjukkan performa impresif dalam dua pertandingan terakhirnya sebagai starter. Gol indahnya tercipta sekitar setengah jam pertandingan, sebuah tembakan keras dari luar kotak penalti yang dilepaskan dalam posisi kurang seimbang, namun bola meluncur deras ke sudut atas gawang. Gol tersebut berawal dari operan Ivan Basic yang diterima Alajbegovic di luar kotak penalti. Ia kemudian melewati dua pemain bertahan Qatar sebelum melepaskan tembakan dari jarak sekitar 20 yard.

Qatar sendiri kesulitan meredam serangan Bosnia dan Herzegovina. Tim asuhan Barbarez berhasil menggandakan keunggulan hanya lima menit setelah gol pembuka. Edin Dzeko, sang veteran, merayakan golnya dengan penuh semangat. Sebuah umpan diagonal dari Dzeko yang ditujukan kepada Esmir Bajraktarevic justru memantul mengenai kaki Sultan al-Brake dan berbelok masuk ke gawang kiper Qatar, Mahmud Abunada, tanpa bisa diantisipasi. Dzeko sendiri nyaris mencetak gol keduanya ketika ia berhasil lolos dari jebakan offside setelah menerima umpan terobosan cerdik, namun tendangan mendatar yang dilepaskannya hanya membentur tiang gawang.

Bosnia dan Herzegovina sempat lengah dan memberikan celah bagi Qatar untuk memperkecil ketertinggalan sebelum turun minum. Kapten Qatar, Hassan al-Haydos yang melakoni debutnya sebagai starter di Piala Dunia, memanfaatkan kesalahan pertahanan Bosnia dan Herzegovina untuk mengkonversi umpan tarik dari Edmilson Junior. Meskipun rentan di lini belakang, Qatar menunjukkan permainan menyerang yang rapi. Momen terbaik mereka di babak pertama terjadi pada masa injury time, ketika Pedro Miguel melepaskan tembakan keras yang membentur tiang gawang. Bek kanan ini berhasil menerima umpan cerdas dari Akram Afif, dan dengan sentuhan kaki kanannya yang nyaris sempurna, ia hampir saja menyamakan kedudukan.

Menyadari timnya mulai kehilangan intensitas, Barbarez melakukan perubahan di lini tengah saat jeda pertandingan dengan memasukkan Amar Memic dan Benjamin Tahirovic. Qatar, yang sebelumnya sempat terpuruk saat menghadapi Kanada, menunjukkan perlawanan sengit kali ini. Sebuah tendangan voli dari Boualem Khoukhi setelah skema sepak pojok yang terencana sempat menimbulkan kepanikan di lini pertahanan Bosnia dan Herzegovina di pertengahan babak kedua. Namun, Bosnia dan Herzegovina akhirnya bisa sedikit bernapas lega saat jeda hidrasi tiba. Puncak kelegaan dirasakan pada menit ke-80, ketika bola liar jatuh di area penalti dan Ermin Mahmic sigap menyambarnya untuk mencetak gol ketiga, yang disambut dengan selebrasi lepas dengan melepaskan jersey.

"Kami masih harus melihat apakah kami akan lolos ke babak berikutnya," ujar Barbarez secara diplomatis. Namun, optimismenya mungkin sulit menular kepada ribuan pendukung Bosnia dan Herzegovina yang hadir di stadion maupun yang merayakan di Sarajevo dan kota-kota lainnya. Tak lama setelah pertandingan, hasil dari grup lain memastikan Bosnia dan Herzegovina lolos sebagai salah satu tim peringkat ketiga terbaik, mengamankan tempat mereka di babak 32 besar.

"Kami kecil, tapi kami banyak," tambah Barbarez sambil tersenyum. "Saya percaya diaspora kami memiliki populasi yang lebih besar daripada negara kami sendiri. Ada banyak orang yang ingin melihat kami dan memiliki kontak dengan negara mereka. Sangat penting bagi kami untuk berada di sini, dan ini sangat berarti bagi mereka." Keberhasilan ini menjadi bukti nyata semangat juang dan kekuatan persatuan yang dimiliki oleh Bosnia dan Herzegovina.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All