Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menyatakan kekhawatiran terbesarnya bukan datang dari potensi tim lawan yang menganalisa taktik dan gaya permainan timnya. Sebaliknya, ia mengaku lebih gelisah memikirkan masalah finansial yang mungkin dihadapi klub.
Pernyataan ini dilontarkan Tavares dalam sebuah kesempatan, di mana ia secara gamblang membandingkan ancaman dari segi teknis permainan dengan ancaman dari sektor keuangan. Bagi pelatih asal Portugal ini, kesulitan finansial klub dapat berimplikasi jauh lebih besar terhadap kelangsungan tim, ketimbang strategi yang disusun oleh tim-tim pesaing.
Tavares menekankan bahwa analisis mendalam dari lawan merupakan bagian tak terpisahkan dari dinamika kompetisi sepak bola. Ia menganggap hal tersebut sebagai tantangan yang harus dihadapi dan diatasi oleh timnya di lapangan. “Saya tidak khawatir tim lawan menganalisa kami. Itu normal dalam sepak bola,” ujarnya.
Namun, pesimismenya mencuat ketika membicarakan aspek non-teknis. “Saya lebih takut tidak punya uang,” tegas Tavares. Pernyataan ini mengindikasikan adanya potensi masalah keuangan yang sedang atau mungkin akan dihadapi oleh Persebaya, sebuah isu yang dinilainya lebih krusial dan berpotensi mengganggu stabilitas tim secara keseluruhan.
Lebih lanjut, Tavares mengaitkan ketersediaan dana dengan kemampuan tim untuk beroperasi secara optimal. Keuangan yang sehat, menurutnya, adalah pondasi penting untuk memastikan segala kebutuhan tim, mulai dari operasional, rekrutmen pemain, hingga pemeliharaan fasilitas, dapat terpenuhi. Tanpa dukungan finansial yang memadai, sehebat apapun analisis lawan atau strategi yang disiapkan, performa tim di lapangan bisa terganggu.
Ia tidak merinci secara spesifik sumber atau bentuk masalah finansial yang dimaksud. Namun, penekanannya pada isu ini menunjukkan bahwa manajemen klub perlu memberikan perhatian serius terhadap aspek keuangan agar tidak menghambat perjalanan Persebaya dalam mengarungi kompetisi. Ancaman finansial, dalam pandangan Tavares, adalah musuh yang lebih nyata dan berpotensi meruntuhkan fondasi tim.
