Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Amsakar Achmad, membantah keras anggapan bahwa investasi senilai Rp120 triliun di Batam merupakan limpahan semata dari pusat data di Singapura. Ia menegaskan bahwa Batam memiliki daya tarik tersendiri yang kuat dalam menarik berbagai sektor investasi, tidak hanya terbatas pada sektor pusat data.
Penegasan ini disampaikan Amsakar Achmad menanggapi persepsi yang berkembang di masyarakat mengenai asal-usul masuknya investasi besar ke Batam. Menurutnya, Batam telah lama menjadi magnet bagi investor global berkat berbagai keunggulan strategis yang dimilikinya.
Lebih lanjut, Amsakar Achmad menjelaskan bahwa angka Rp120 triliun tersebut merupakan total investasi yang masuk ke Batam hingga saat ini, bukan hanya berasal dari satu sektor atau satu negara. Ia merinci bahwa investasi ini mencakup berbagai bidang, termasuk industri, pariwisata, dan teknologi, yang semuanya berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi Batam.
Ia juga menyoroti peran aktif BP Batam dalam memfasilitasi dan menarik investasi melalui berbagai kebijakan yang pro-investasi serta penyediaan infrastruktur yang memadai. “Kami terus berupaya menciptakan iklim investasi yang kondusif agar Batam semakin diminati oleh para pelaku usaha baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar Amsakar Achmad dalam sebuah kesempatan.
Menurut data yang dimiliki BP Batam, realisasi investasi di Batam terus menunjukkan tren positif. Angka Rp120 triliun tersebut merupakan akumulasi dari berbagai sektor yang telah beroperasi dan berkembang di Batam selama bertahun-tahun. Fokus BP Batam adalah terus meningkatkan daya saing Batam agar mampu bersaing di kancah global dan menjadi tujuan investasi yang berkelanjutan.
Pernyataan Amsakar Achmad ini diharapkan dapat meluruskan pemahaman publik dan menegaskan posisi Batam sebagai destinasi investasi yang mandiri dan memiliki potensi besar di berbagai sektor, bukan sekadar penerima limpahan investasi dari negara tetangga.
