Barcelona memulai kampanye Liga Champions musim ini dengan gemilang, membuktikan kualitas serangan mereka tak lekang oleh waktu. Dalam laga kandang yang berlangsung di Camp Nou pada Rabu malam, tim asuhan Hansi Flick sukses membantai Feyenoord dengan skor telak 5-1. Kemenangan ini sekaligus menjadi langkah awal ambisi Barcelona untuk kembali merengkuh trofi yang terakhir kali mereka angkat pada tahun 2015.
Statistik Lionel Messi yang hanya mampu meraih satu gelar Liga Champions dalam satu dekade terakhirnya bersama Barcelona menjadi pengingat akan masa-masa sulit yang dilalui klub pasca era keemasannya. Namun, kini harapan baru tertuju pada Lamine Yamal, pemain yang dinobatkan sebagai penerus Messi. Meski baru berusia belasan tahun, Yamal telah membuktikan diri sebagai juara Eropa dan dunia bersama tim nasional Spanyol, dan Liga Champions menjadi panggung berikutnya untuk mengukir sejarah.
Dalam pertandingan melawan Feyenoord, Yamal turut mencatatkan namanya di papan skor melalui tendangan bebas yang berantakan. Gol tersebut semakin menambah semarak kemenangan Barcelona, yang juga diwarnai aksi gemilang dari Gabriel Jesus. Pemain yang baru didatangkan pada bursa transfer musim panas ini berhasil mencetak gol pertamanya untuk Barcelona, menandai debutnya yang manis.
Tak hanya Yamal dan Gabriel Jesus, Raphinha juga menunjukkan bahwa lini serang Barcelona memiliki dimensi yang lebih dalam. Ia berhasil mencetak sepasang gol, yang salah satunya membuat para pemain bertahan Feyenoord tergelincir, membuktikan kualitas teknisnya yang memukau. Di tengah sorotan terhadap manuver finansial klub di bawah kepemimpinan Joan Laporta yang kerap membingungkan para ahli keuangan, performa apik para pemain di lapangan menjadi penyejuk bagi para pendukung.
