Thursday, 27 August 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

Banjir Bandang Rasuwa Nepal: Misteri Longsoran Salju dan Es Tanpa Hujan

Oleh Herfansyah August 27, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Wilayah Rasuwa, Nepal, baru-baru ini dilanda banjir bandang yang menghancurkan. Berlawanan dengan dugaan awal, peristiwa tragis ini diduga kuat tidak disebabkan langsung oleh gempa bumi yang mengguncang Nepal. Penyelidikan awal mengarah pada fenomena alam yang lebih kompleks, melibatkan longsoran salju dan es sebagai pemicunya.

Kejadian ini menyoroti kerentanan Nepal terhadap bencana alam yang dipicu oleh perubahan iklim dan topografi pegunungan yang ekstrem. Gempa bumi sebelumnya memang telah meninggalkan dampak signifikan di wilayah tersebut, termasuk kerusakan infrastruktur dan perubahan stabilitas lereng.

Menurut keterangan dari pihak berwenang Nepal, banjir bandang tersebut diperkirakan terjadi pada 16 April 2024. Sumber air yang meluap secara tiba-tiba dan dahsyat ini diduga berasal dari runtuhnya lapisan es dan salju yang menumpuk di pegunungan. Fenomena ini dikenal sebagai glacial lake outburst flood (GLOF), meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai keberadaan danau glasial yang pecah.

Dr. Dipak Raj Paudel, seorang ahli hidrologi dari Departemen Meteorologi dan Klimatologi Nepal, memberikan pandangan terkait kemungkinan penyebabnya. Ia menyatakan, “Fenomena ini bisa terjadi karena akumulasi salju dan es yang kemudian longsor dan memicu gelombang air yang besar. Gempa bumi sebelumnya mungkin telah membuat lereng-lereng gunung menjadi tidak stabil, sehingga mempermudah terjadinya longsoran tersebut.”

Pernyataan ini didukung oleh laporan dari para ilmuwan yang sedang melakukan pemantauan di wilayah tersebut. Mereka mencatat adanya perubahan drastis pada formasi es di beberapa titik setelah gempa. Salah satu peneliti, yang enggan disebutkan namanya, mengungkapkan, “Kami melihat ada bagian dari gletser yang runtuh. Material es dan salju yang jatuh ke sungai kemudian membawa material lain seperti tanah dan bebatuan, menciptakan gelombang pasang yang sangat kuat.”

Fakta bahwa banjir bandang ini terjadi tanpa adanya curah hujan yang signifikan semakin memperkuat dugaan bahwa longsoran salju dan es adalah faktor utama. Pemerintah Nepal bekerja sama dengan lembaga internasional untuk melakukan investigasi lebih mendalam guna memahami secara presisi mekanisme terjadinya bencana ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan sistem peringatan dini dan mitigasi bencana di wilayah pegunungan yang rentan.

Peristiwa di Rasuwa menjadi pengingat akan dampak multifaset dari perubahan iklim dan gempa bumi di wilayah Himalaya. Peningkatan suhu global berpotensi menyebabkan gletser mencair lebih cepat dan membentuk danau glasial yang lebih besar, sementara gempa bumi dapat memicu longsoran yang berujung pada bencana serupa. Upaya pencegahan dan adaptasi yang berkelanjutan menjadi krusial untuk melindungi masyarakat di daerah rawan bencana.

Bagikan: Facebook X WhatsApp