Denpasar, Bali – Mimpi Bali untuk mengatasi persoalan sampah sekaligus menghasilkan energi bersih mulai terwujud. PT Danantara Anugerah Nusantara (Danantara) hari ini secara resmi memulai pembangunan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Denpasar Raya. Ini menjadi langkah monumental dalam pengelolaan sampah di Pulau Dewata.
Proyek yang digagas ini tidak hanya berfokus pada penimbunan sampah. Lebih dari itu, teknologi modern akan diterapkan untuk mengubah sampah menjadi sumber energi listrik yang berkelanjutan. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mengatasi penumpukan sampah yang selama ini menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah.
Keputusan pembangunan ini disambut positif oleh berbagai pihak. Keberhasilan proyek ini akan menjadi tolok ukur bagi daerah lain di Indonesia dalam menerapkan solusi serupa. Pembangunan PSEL ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi masyarakat Bali.
Salah satu aspek menarik dari proyek ini adalah skema tarif listrik yang akan dihasilkan. Sumber terpercaya menyebutkan bahwa tarif listrik dari PSEL ini dipatok sebesar 20 sen dolar Amerika per kilowatt-jam (kWh). Jika dikonversikan dengan kurs saat ini, angka tersebut setara dengan sekitar Rp 3.000 per kWh.
Tarif ini dianggap kompetitif mengingat biaya operasional dan teknologi yang digunakan dalam proses pengolahan sampah menjadi energi. Angka ini juga diharapkan dapat menarik minat investor dan masyarakat untuk mendukung pengembangan energi terbarukan di Indonesia.
Kepala Proyek Danantara, Bapak Budi Santoso, menyatakan optimisme tinggi terhadap implementasi proyek ini. “Kami berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan sesuai target dan standar kualitas tertinggi,” ujarnya saat ditemui di lokasi proyek.
Beliau menambahkan, “Proyek PSEL ini merupakan investasi jangka panjang untuk Bali. Kami ingin memberikan solusi nyata bagi masalah sampah sekaligus berkontribusi pada bauran energi nasional.” Pembangunan ini diharapkan rampung dalam beberapa tahun ke depan.
Keberadaan PSEL ini juga membuka peluang lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal. Proses pembangunan hingga operasional membutuhkan tenaga kerja yang signifikan. Hal ini tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian daerah.
Proyek PSEL Denpasar Raya ini juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dukungan ini menegaskan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan.
Dengan dimulainya pembangunan ini, Bali selangkah lebih maju dalam mewujudkan konsep ‘Green Bali’. Harapannya, proyek ini dapat menjadi contoh sukses yang dapat direplikasi di kota-kota lain di Indonesia yang juga menghadapi masalah serupa.











