Sunday, 26 July 2026
BREAKING
BERITA

Bahlil Ungkap Potensi Devisa Negara dari Peningkatan Produksi Batu Bara 2026

Oleh Emanuel July 26, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengemukakan potensi kenaikan devisa negara yang signifikan jika Indonesia memutuskan untuk menambah produksi batu bara pada tahun 2026. Pernyataan ini disampaikan Bahlil dalam sebuah konferensi pers yang digelar pada Selasa (23/4/2024).

Menurut Bahlil, kebijakan penambahan produksi batu bara ini dapat menjadi instrumen penting untuk mendongkrak penerimaan negara. Ia bahkan secara spesifik menyebutkan bahwa devisa negara berpotensi ‘meroket’ jika langkah tersebut diambil.

Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa penambahan produksi batu bara ini akan dilakukan dengan perhitungan yang matang, mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk kebutuhan energi domestik dan potensi ekspor. “Kita mau bagaimana? Kalau kita mau dapat devisa, ya kita tambahkan produksi batu bara,” ujar Bahlil dalam kesempatan tersebut.

Pernyataan Bahlil ini muncul di tengah diskusi mengenai strategi pemerintah dalam mengelola sumber daya alam untuk peningkatan ekonomi nasional. Keputusan untuk menambah produksi batu bara, meskipun berpotensi memberikan keuntungan finansial jangka pendek, tentu akan memicu perdebatan terkait dampak lingkungan dan transisi energi yang sedang digalakkan.

Namun, Bahlil menekankan bahwa pertimbangan untuk menambah produksi batu bara didasarkan pada kalkulasi ekonomi yang cermat. Ia mengindikasikan bahwa ada skenario di mana peningkatan produksi komoditas ini dapat memberikan kontribusi besar bagi kas negara. “Tapi itu kita hitung. Saya sudah hitung. Kalau kita tambah produksi batu bara 2026, devisa negara kita meroket,” tegasnya.

Pihak Kementerian Investasi/BKPM sendiri terus mengkaji berbagai opsi investasi yang dapat menguntungkan negara. Pernyataan Bahlil ini menggarisbawahi bahwa batu bara, meskipun seringkali menjadi sorotan dalam isu lingkungan, masih memiliki peran strategis dalam konteks penerimaan devisa negara, setidaknya dalam skenario yang ia paparkan untuk tahun 2026.

Bagikan: Facebook X WhatsApp