Wednesday, 22 July 2026
BREAKING
TEKNOLOGI

AWS Soroti Kebutuhan Talenta Digital untuk Percepatan Adopsi AI di Indonesia

Oleh Herfansyah July 22, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Amazon Web Services (AWS) menekankan pentingnya ketersediaan talenta digital yang memadai sebagai kunci untuk mendorong adopsi kecerdasan buatan (AI) secara masif di Indonesia. Kebutuhan akan solusi AI bagi pengembangan bisnis kian mendesak di kalangan perusahaan, namun kesenjangan talenta menjadi hambatan signifikan.

Dalam sebuah pernyataan, AWS menggarisbawahi bahwa kemajuan teknologi AI, khususnya dalam bidang generatif, telah membuka peluang baru bagi berbagai sektor industri. Namun, potensi ini tidak akan optimal jika tidak didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki keahlian yang relevan.

“Kami melihat banyak peluang besar untuk adopsi AI di Indonesia, terutama dengan perkembangan AI generatif yang pesat. Namun, tantangan terbesar yang kami hadapi adalah ketersediaan talenta digital yang mampu memanfaatkan teknologi ini secara efektif,” ujar Country Manager Indonesia AWS, Gunawan Santoso, dalam sebuah acara di Jakarta pada Kamis (23/5/2024).

Gunawan menjelaskan bahwa untuk mendorong adopsi AI, dibutuhkan lebih banyak profesional yang tidak hanya memahami konsep dasar AI, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam solusi bisnis yang konkret. Hal ini mencakup kemampuan dalam pengembangan model, analisis data, hingga penerapan AI dalam berbagai proses operasional perusahaan.

AWS sendiri berkomitmen untuk mendukung ekosistem talenta digital di Indonesia. Melalui berbagai program pelatihan dan sertifikasi, perusahaan teknologi raksasa ini berupaya membekali para profesional dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk era AI. AWS Training and Certification menawarkan lebih dari 600 kursus gratis yang dapat diakses oleh siapa saja.

“Kami terus berinvestasi dalam ekosistem talenta digital di Indonesia. AWS Training and Certification menyediakan lebih dari 600 kursus gratis yang bisa diakses siapa saja, mulai dari individu hingga organisasi, untuk meningkatkan kapabilitas mereka di bidang cloud dan AI,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gunawan menyoroti bahwa adopsi AI bukan hanya soal teknologi, tetapi juga tentang bagaimana perusahaan dapat mengintegrasikan AI ke dalam strategi bisnis mereka. Hal ini membutuhkan pemahaman mendalam tentang bagaimana AI dapat memecahkan masalah bisnis spesifik, meningkatkan efisiensi, dan menciptakan nilai tambah baru.

AWS juga mencatat bahwa banyak perusahaan di Indonesia yang telah mulai mengadopsi AI untuk berbagai keperluan, mulai dari analisis data prediktif, personalisasi pengalaman pelanggan, hingga otomatisasi proses. Namun, skala adopsi ini masih perlu ditingkatkan agar Indonesia dapat bersaing di kancah global dalam pemanfaatan AI.

“Kita perlu memastikan bahwa talenta digital kita siap untuk menghadapi kebutuhan industri yang terus berkembang. AWS akan terus berupaya memfasilitasi ini, baik melalui penyediaan teknologi maupun program pengembangan sumber daya manusia,” tutup Gunawan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp