Puluhan atlet Indonesia yang tengah berlatih di Nagoya, Jepang, terpaksa meninggalkan pemusatan latihan mereka pada Selasa (8/9) akibat genangan air yang meluas di wilayah tersebut. Hujan deras yang mengguyur sejak Senin malam menyebabkan banjir di sejumlah area, memaksa pihak penyelenggara melakukan evakuasi demi keselamatan para atlet.
Situasi darurat ini berdampak langsung pada para atlet yang dipersiapkan untuk ajang olahraga internasional. Berdasarkan informasi yang dihimpun, sekitar 30 atlet bersama 10 pelatih dan ofisial menjadi prioritas evakuasi. Mereka segera dipindahkan ke lokasi yang lebih aman, jauh dari area yang terendam banjir.
Kepala Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat, R. Alex Tirta, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa evakuasi dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap dampak banjir yang semakin parah. “Kami memindahkan mereka ke tempat yang aman. Ada sekitar 30 atlet dan 10 pelatih serta ofisial yang dipindahkan,” ujar Alex Tirta.
Alex Tirta menambahkan bahwa tim KONI Pusat terus memantau perkembangan situasi di lapangan. “Kami masih terus memantau situasi di sana, dan kami berharap kondisi segera membaik,” katanya. Kondisi cuaca ekstrem di Nagoya ini memang menjadi perhatian serius, mengingat perlunya kelancaran persiapan para atlet.
Banjir yang melanda Nagoya ini merupakan konsekuensi dari curah hujan yang sangat tinggi. Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dari rombongan atlet Indonesia, kejadian ini tentu menimbulkan kekhawatiran tersendiri terkait jadwal latihan dan persiapan mereka menuju kompetisi mendatang. Pihak terkait terus berupaya memastikan keselamatan dan kenyamanan seluruh kontingen Indonesia di Jepang.
