Tuesday, 28 July 2026
BREAKING
BERITA

AS, Jepang, dan Eropa Bersatu Melawan Dominasi Teknologi Huawei di Era 6G

Oleh Emanuel July 28, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Amerika Serikat, Jepang, dan negara-negara Eropa dilaporkan menjalin kolaborasi strategis untuk membendung ekspansi teknologi Huawei di tengah persaingan global yang semakin memanas, khususnya menjelang era 6G. Langkah ini mencerminkan upaya AS untuk memperkuat posisinya dan mengurangi dominasi perusahaan teknologi asal China di pasar global.

Fokus utama kolaborasi ini adalah pada pengembangan standar teknologi generasi mendatang, 6G. Para pemimpin industri dan pemerintah dari AS, Jepang, dan Eropa sepakat untuk bekerja sama dalam menetapkan standar teknologi tersebut. “Kami tidak bisa membiarkan satu negara pun mendikte standar global untuk teknologi masa depan,” ujar seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya, mengindikasikan kekhawatiran terhadap potensi pengaruh China.

Kerja sama ini bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, AS telah melarang penggunaan peralatan Huawei dalam infrastruktur jaringan 5G di negaranya atas dasar kekhawatiran keamanan nasional. Larangan serupa juga diadopsi oleh beberapa sekutu AS, termasuk Inggris dan Australia. Langkah-langkah ini secara signifikan membatasi ruang gerak Huawei di pasar negara-negara Barat.

Di sisi lain, Jepang juga menunjukkan sikap serupa. Melalui perusahaan telekomunikasi utamanya seperti NTT Docomo, SoftBank, dan KDDI, Jepang telah mengumumkan rencana untuk tidak menggunakan peralatan dari Huawei dan ZTE, perusahaan teknologi China lainnya, dalam pembangunan jaringan 5G mereka. Keputusan ini diambil setelah mempertimbangkan potensi risiko keamanan dan kebijakan pemerintah Jepang.

Tekanan terhadap Huawei juga datang dari Eropa. Meskipun tidak semua negara Eropa secara eksplisit melarang Huawei, banyak negara telah menerapkan pembatasan ketat terhadap penggunaan peralatan perusahaan tersebut, terutama untuk infrastruktur kritis. Uni Eropa sendiri telah mengeluarkan rekomendasi yang mendorong negara-negara anggotanya untuk mengurangi ketergantungan pada penyedia berisiko tinggi, yang secara implisit merujuk pada Huawei.

Presiden AS, Joe Biden, dalam beberapa kesempatan juga telah menegaskan pentingnya kolaborasi dengan sekutu untuk menghadapi tantangan teknologi dari China. “Dunia sedang memasuki era persaingan teknologi yang intens. Kita harus bekerja sama untuk memastikan standar yang adil dan aman bagi semua,” kata Biden pada sebuah forum internasional pada 2023.

Perkembangan ini terjadi di saat dunia bersiap untuk memasuki era 6G, teknologi yang diprediksi akan jauh lebih canggih dari 5G. Dengan potensi kecepatan dan konektivitas yang belum pernah terjadi sebelumnya, 6G diharapkan akan menjadi tulang punggung inovasi di berbagai sektor. Persaingan untuk memimpin dalam pengembangan dan penetapan standar 6G diperkirakan akan semakin sengit, dengan AS dan sekutunya berupaya keras untuk mencegah dominasi China dalam teknologi masa depan ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp