Wednesday, 26 August 2026
BREAKING
BERITA

Armenia Pertimbangkan Keluar dari CSTO, Retaknya Aliansi Keamanan Rusia

Oleh Emanuel August 26, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Armenia secara serius mempertimbangkan untuk meninggalkan Collective Security Treaty Organization (CSTO), sebuah aliansi militer yang dipimpin oleh Rusia. Keputusan ini mencerminkan ketidakpuasan mendalam terhadap jaminan keamanan yang diberikan oleh Moskow, sekaligus menandai pergeseran geopolitik yang signifikan bagi negara Kaukasus Selatan tersebut.

Perdana Menteri Armenia Nikol Pashinyan mengumumkan pada hari Selasa (12/3/2024) bahwa negaranya sedang mengevaluasi kembali keanggotaannya di CSTO. Beliau menyatakan, “Kami sedang mempertimbangkan apakah ketergantungan kami pada satu mitra keamanan strategis itu tepat. Kami tidak melihat jaminan keamanan yang memadai dari Rusia.” Pernyataan ini mempertegas keraguan Armenia yang telah membayangi selama berbulan-bulan, terutama menyusul konflik Nagorno-Karabakh yang menunjukkan minimnya intervensi CSTO untuk melindungi Armenia.

Ketegangan antara Armenia dan Rusia memuncak setelah Azerbaijan melancarkan serangan besar-besaran di Nagorno-Karabakh pada September 2023. Armenia merasa tidak mendapatkan dukungan yang berarti dari CSTO, yang seharusnya menjadi sekutu pertahanan kolektif. Alih-alih mendapatkan bantuan, Armenia justru merasa diabaikan oleh sekutunya sendiri dalam menghadapi agresi eksternal.

Sebagai respons atas ketidakpuasan ini, Armenia mulai memperkuat hubungan diplomatik dan keamanan dengan negara-negara Barat. Pashinyan mengindikasikan adanya peningkatan dialog dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat. “Kami sedang menjajaki kemungkinan untuk bekerja sama lebih erat dengan mitra-mitra Barat kami dalam bidang keamanan,” ujar Pashinyan, tanpa merinci lebih lanjut bentuk kerja sama tersebut.

Langkah Armenia ini bukan tanpa konsekuensi. Keluarnya Armenia dari CSTO akan menjadi pukulan telak bagi kredibilitas aliansi tersebut, yang sering disebut sebagai tandingan NATO bentukan Rusia. Selama ini, CSTO menjadi salah satu pilar utama kebijakan luar negeri dan keamanan Rusia di kawasan pasca-Soviet. Kehilangan salah satu anggota aktifnya, terutama negara yang memiliki posisi strategis seperti Armenia, tentu akan mengguncang fondasi aliansi tersebut.

Selain itu, pergeseran aliansi Armenia ini juga dapat memicu dinamika baru di kawasan Kaukasus Selatan yang secara historis kompleks. Hubungan Armenia dengan Azerbaijan, yang masih memanas pasca-konflik Nagorno-Karabakh, serta peran Turki sebagai pendukung Azerbaijan, akan menjadi faktor penting yang perlu dicermati dalam lanskap geopolitik yang baru ini.

Bagikan: Facebook X WhatsApp