Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) melayangkan kritik tajam terhadap jadwal penyelenggaraan Piala Presiden 2026 yang dinilai terlalu padat. Kritikan ini dilayangkan mengingat tingginya frekuensi pertandingan yang berpotensi meningkatkan risiko cedera di kalangan pemain.
APPI menyuarakan keprihatinannya, menekankan bahwa padatnya jadwal turnamen ini dapat membebani fisik para atlet. Koordinator APPI, Valentino Simanjuntak, secara tegas menyampaikan bahwa pihaknya telah beberapa kali mengingatkan PSSI mengenai hal ini. “Kami sudah berulang kali mengingatkan PSSI untuk tidak membuat jadwal yang sangat padat seperti ini,” ujar Valentino.
Lebih lanjut, Valentino menjelaskan bahwa dampak negatif dari jadwal yang tidak proporsional ini akan langsung dirasakan oleh para pemain. Pihaknya khawatir jika kondisi ini terus berlanjut, kualitas permainan tim secara keseluruhan bisa menurun akibat kelelahan dan cedera yang dialami pemain kunci. “Kita tahu bahwa di dalam sepak bola ada sistem recovery yang harus dijalankan oleh para pemain kita, dan itu tidak bisa dilakukan jika jadwalnya sangat padat,” tambahnya.
APPI berharap agar PSSI dapat segera melakukan evaluasi terhadap format dan jadwal Piala Presiden 2026. Mereka mengusulkan agar PSSI mempertimbangkan kembali rentang waktu antar pertandingan untuk memberikan kesempatan yang memadai bagi pemain untuk memulihkan kondisi fisik mereka. Tujuannya adalah untuk memastikan kesehatan dan performa optimal para pesepakbola Indonesia, sekaligus menjaga kualitas kompetisi.
