Suasana rapat Parlemen Kosovo mencekam pada hari Senin, 10 Juni 2024, ketika anggota parlemen dari kelompok oposisi melemparkan telur ke arah Perdana Menteri Albin Kurti. Insiden ini terjadi di tengah perdebatan sengit mengenai permintaan Kurti untuk perpanjangan waktu dalam membentuk pemerintahan baru.
Kericuhan pecah ketika Albin Kurti, pemimpin partai Gerakan Sosialis untuk Integrasi (LSI), tengah menyampaikan argumennya di hadapan anggota parlemen. Tiba-tiba, beberapa anggota oposisi bangkit dari tempat duduk mereka dan melemparkan telur ke arah podium tempat Kurti berdiri.
Situasi semakin memanas dengan saling lempar ejekan dan teriakan di antara anggota parlemen. Pihak keamanan segera bertindak untuk meredakan ketegangan dan mengamankan Perdana Menteri Kurti. Akibat insiden tersebut, rapat terpaksa diskors untuk sementara waktu.
Kejadian ini mencerminkan ketegangan politik yang mendalam di Kosovo pasca pemilihan umum. Perbedaan pandangan yang tajam mengenai komposisi dan program pemerintahan baru menjadi akar perselisihan antar fraksi di parlemen. Kelompok oposisi menuding Kurti dan partainya tidak mampu mengakomodasi aspirasi berbagai kelompok masyarakat dalam usulan kabinet mereka.
Albin Kurti sendiri telah beberapa kali menyatakan komitmennya untuk membentuk pemerintahan yang inklusif dan mampu menjawab tantangan ekonomi serta sosial yang dihadapi Kosovo. Namun, upaya tersebut tampaknya menemui jalan terjal di tengah perbedaan kepentingan politik yang kuat.
Insiden pelemparan telur ini bukan kali pertama terjadi dalam sejarah politik Kosovo, namun kali ini terjadi pada momen krusial pembentukan pemerintahan. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai stabilitas politik negara tersebut di masa mendatang dan kemampuan para wakil rakyat untuk berdialog secara konstruktif demi kepentingan bangsa.
