Monday, 24 August 2026
BREAKING
DUNIA

Ancaman Perang Dagang: Pebisnis Kanada dan AS Khawatir Bisnis Tergerus

Oleh Rini Widiyarti August 24, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Puluhan pebisnis di Kanada dan Amerika Serikat tengah menghadapi ketidakpastian dan kekhawatiran mendalam. Eskalasi tarif impor balasan yang terus meningkat akibat perang dagang antara kedua negara berpotensi menggerus separuh bisnis mereka. Situasi ini memaksa para pengusaha untuk beradaptasi di tengah badai ekonomi yang tak terduga.

Salah satu pemilik bisnis yang merasakan dampaknya adalah Ken Garing, yang mengoperasikan perusahaan pengolahan kayu di British Columbia, Kanada. Ia mengungkapkan rasa frustrasinya, “Separuh bisnis saya akan hilang.” Garing menjelaskan bahwa tarif balasan yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap produk kayu Kanada telah menaikkan biaya produksi secara signifikan. Kenaikan ini membuat produknya kurang kompetitif di pasar AS, yang merupakan pasar utamanya.

Di sisi lain, bisnis di Amerika Serikat juga tidak luput dari gempuran perang dagang. Produsen baja di Pittsburgh, Pennsylvania, misalnya, menghadapi lonjakan harga bahan baku impor. Mark Smith, seorang pemilik pabrik baja, menyatakan, “Kami melihat lonjakan biaya bahan baku, dan ini membuat kami kesulitan bersaing.” Smith menambahkan bahwa kenaikan biaya ini terpaksa dibebankan kepada konsumen, yang berujung pada penurunan permintaan.

Pemerintah kedua negara telah saling melontarkan tudingan terkait praktik perdagangan yang tidak adil. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, berulang kali menuduh Kanada menerapkan tarif yang berlebihan terhadap produk-produk AS. Trump bahkan mengancam akan meninjau ulang perjanjian perdagangan bebas NAFTA jika Kanada tidak mengubah kebijakannya. “Kanada harus memperlakukan petani dan pekerja kami dengan adil,” ujar Trump dalam sebuah pidato di Ohio pada 15 Mei 2018.

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, menegaskan komitmen negaranya terhadap perdagangan yang adil. “Kanada selalu terbuka untuk diskusi, namun kami tidak akan tunduk pada ancaman,” tegas Trudeau dalam konferensi pers di Ottawa pada 18 Mei 2018. Ia menekankan bahwa Kanada akan terus membela kepentingan nasionalnya dan melindungi industri domestiknya.

Para pelaku usaha berharap agar kedua negara dapat segera menemukan solusi damai untuk meredakan ketegangan dagang ini. Ketidakpastian yang berkepanjangan dikhawatirkan dapat memberikan dampak negatif yang lebih luas terhadap perekonomian kedua negara, termasuk hilangnya lapangan kerja dan penurunan investasi.

Bagikan: Facebook X WhatsApp