Sunday, 19 July 2026
BREAKING
SEPAKBOLA

Analisis Kegagalan Inggris di Piala Dunia: Dari Harapan Tinggi hingga Kekalahan di Semifinal

Oleh Herfansyah July 19, 2026 4 hours lalu 0 komentar

Meskipun harapan membubung tinggi, perjalanan Inggris di Piala Dunia harus berakhir di semifinal, meninggalkan para pemain dan staf pelatih dalam kebingungan. Keputusan pelatih, Thomas Tuchel, yang dikabarkan tidak memberikan pilihan lain, menjadi sorotan utama setelah kekalahan tersebut.

Jonathan Liew, seorang pengamat sepak bola, tidak ragu menyampaikan kritiknya terhadap kegagalan Inggris. Perjalanan dua tahun yang penuh pengorbanan, mulai dari biaya tiket, akomodasi, hingga jamuan makan larut malam di kota asing, semua terakumulasi pada satu momen krusial. Psikodrama seputar pemilihan pemain seperti Jude Bellingham, dan perdebatan apakah ia seharusnya disertakan atau tidak, menambah panjang daftar kekecewaan.

Semua upaya dan harapan tertuju pada pertandingan semifinal melawan Argentina. Inggris sempat unggul 1-0, namun performa selama 40 menit terakhir menjadi penentu. Kegagalan untuk mempertahankan keunggulan dan mengendalikan jalannya pertandingan, di hadapan para pemain sepak bola jutaan dolar dan pelatih asal Jerman yang juga bergelimang harta, akhirnya berujung pada kekalahan.

Lebih jauh lagi, Liew menyoroti adanya kekurangan pemain tengah kelas atas yang memiliki keterampilan teknis mumpuni untuk memenangkan pertandingan semifinal Piala Dunia. Hal ini ironis mengingat ambisi Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) yang meluncurkan filosofi “England DNA” pada Desember 2014 di St George’s Park, yang bertujuan untuk menghasilkan pemain yang mampu “mendominasi penguasaan bola secara cerdas”. Namun, realitas di lapangan menunjukkan jurang pemisah antara visi tersebut dan kemampuan aktual para pemain.

Bagikan: Facebook X WhatsApp

Artikel Terkait