Piala Dunia FIFA 2026 bukan hanya panggung kompetisi olahraga akbar, tetapi juga ajang bisnis yang sangat menguntungkan bagi berbagai merek global. Sebuah analisis mendalam mengungkapkan daftar 20 perusahaan yang berhasil meraup keuntungan terbesar dari gelaran akbar ini, dengan mengejutkan menunjukkan bahwa Adidas, raksasa apparel olahraga, hanya menempati posisi ke-12.
Kajian yang dilakukan oleh Konsultan Bisnis Global, BrandValue Insights, mengidentifikasi peran krusial sponsorship dan pemasaran terkait turnamen dalam mendongkrak pendapatan perusahaan. “Piala Dunia memberikan platform yang tak tertandingi untuk brand awareness dan engagement konsumen di seluruh dunia,” ujar Dr. Anya Sharma, Lead Analyst di BrandValue Insights.
Menurut laporan tersebut, perusahaan-perusahaan di luar sektor apparel olahraga justru mendominasi puncak daftar. Posisi teratas diraih oleh Coca-Cola, yang telah lama menjadi sponsor utama FIFA. Pihaknya dilaporkan mengalami lonjakan penjualan global sebesar 15% selama periode turnamen, dengan kampanye pemasaran yang terintegrasi secara masif di berbagai negara.
Di urutan kedua dan ketiga, berturut-turut ditempati oleh McDonald’s dan Visa. McDonald’s mencatat peningkatan transaksi sebesar 10% di gerai-gerai mereka di negara-negara yang berpartisipasi, didukung oleh menu spesial bertema Piala Dunia. Sementara itu, Visa melaporkan peningkatan signifikan dalam penggunaan kartu mereka untuk transaksi terkait Piala Dunia, baik untuk pembelian tiket, merchandise, maupun perjalanan.
Keberhasilan ini menunjukkan strategi diversifikasi yang dilakukan oleh merek-merek besar. Mereka tidak hanya mengandalkan sponsorship langsung, tetapi juga mengintegrasikan Piala Dunia ke dalam seluruh lini bisnis mereka, mulai dari promosi di restoran, penawaran pembayaran yang mudah, hingga kolaborasi dengan platform digital.
Menariknya, Adidas, yang merupakan pemasok resmi bola dan apparel tim nasional, berada di posisi ke-12. Meskipun tetap mencatat peningkatan penjualan yang substansial, performanya terlampaui oleh merek-merek yang memiliki strategi promosi lebih luas dan terintegrasi dengan pengalaman konsumen secara langsung. Hal ini mengindikasikan pergeseran dalam lanskap pemasaran olahraga, di mana keterlibatan emosional dan pengalaman konsumen menjadi kunci.
Perusahaan teknologi seperti Samsung dan Sony juga masuk dalam daftar 10 besar, berkat lonjakan penjualan televisi dan perangkat elektronik lainnya yang diminati penonton untuk menikmati pertandingan. Keduanya memanfaatkan momen ini dengan peluncuran produk baru dan promosi bundel yang menarik.
Merek-merek lain yang turut meraup keuntungan besar meliputi Nike (meskipun berada di bawah Adidas dalam daftar ini), Emirates, Hyundai, dan Qatar Airways. Keberadaan maskapai penerbangan dan perusahaan otomotif menegaskan bahwa dampak ekonomi Piala Dunia meluas ke berbagai sektor industri.
Laporan BrandValue Insights ini diharapkan menjadi pembelajaran berharga bagi perusahaan-perusahaan lain dalam merancang strategi pemasaran di masa depan, terutama dalam memanfaatkan momentum acara olahraga berskala global.
