Ambisi Hidupkan Kembali Konsol Lawas 3DO Kandas di Tengah Jalan

Yohanes

Wacana untuk membangkitkan kembali konsol legendaris era 90-an, 3DO, resmi berakhir secara prematur. Padahal, baru beberapa hari lalu pengembang asal Inggris, Empire Interactive, sesumbar akan merilis ulang perangkat keras tersebut sekaligus melakukan remaster pada deretan gim klasiknya.

Keputusan penghentian proyek ini diumumkan langsung oleh pihak perusahaan melalui akun LinkedIn resmi mereka. Langkah drastis tersebut diambil menyusul munculnya berbagai pihak yang mengklaim kepemilikan hak intelektual atas gim dan perangkat keras 3DO.

Pihak Empire Interactive mengaku tidak ingin terjebak dalam sengketa hukum yang berkepanjangan. Menurut mereka, biaya yang harus dikeluarkan untuk urusan legalitas akan jauh melampaui potensi keuntungan jika proyek kebangkitan konsol tersebut benar-benar terealisasi di masa depan.

Namun, situasi di balik layar ternyata jauh lebih rumit daripada narasi yang dibangun perusahaan. Berdasarkan laporan Time Extension, meski pemilik baru Empire Interactive, Işık Şekercigil, memegang hak atas nama perusahaan 3DO, ia dikabarkan tidak memiliki hak intelektual atas perangkat keras maupun gim terkait.

Hak cipta tersebut diketahui berada di tangan perusahaan asal Kanada, Throwback Entertainment. Pihak Throwback Entertainment pun menegaskan kepada media bahwa mereka tidak memiliki rencana sama sekali untuk menjual hak intelektual yang mereka miliki kepada pihak mana pun.

Bagi generasi yang tumbuh besar di era 90-an, 3DO mungkin menjadi kenangan samar sebagai konsol multimedia mewah yang dahulu sering dianggap sebagai barang eksklusif. Konsol ini sempat menjadi salah satu platform yang mencoba peruntungan di pasar gim, sebelum akhirnya harus mengakui keunggulan PlayStation dan Sega Saturn yang mendominasi persaingan kala itu.

Meskipun memiliki basis penggemar setia yang menginginkan nostalgia, upaya untuk menghidupkan kembali perangkat ini terbukti sangat sulit secara hukum dan teknis. Kegagalan ini sekaligus memastikan bahwa para kolektor maupun gamer retro tidak akan melihat unit konsol 3DO baru terpajang di rak toko dalam waktu dekat.

Secara realistis, bahkan saat peluncuran perdananya puluhan tahun silam, 3DO memang tidak pernah benar-benar menjadi primadona yang diperebutkan oleh banyak orang di pasaran. Ketiadaan dukungan hak cipta yang jelas kini menjadi paku terakhir bagi ambisi Empire Interactive untuk mengulang sejarah.

Dengan pengumuman resmi ini, drama singkat mengenai kebangkitan 3DO akhirnya menemui titik buntu. Proyek yang sempat memicu antusiasme di media sosial tersebut kini harus dikubur dalam-dalam, mengembalikan 3DO sebagai bagian dari catatan sejarah perkembangan industri gim dunia yang pernah tersisih oleh kemajuan zaman.

Baca Juga

Tags

Menjadi Sorotan

View All