Tuesday, 11 August 2026
BREAKING
BERITA

Amazon Data Center Gilroy: Warga Protes Kenaikan Listrik dan Kelangkaan Air, Malah Ditawari Festival Bawang

Oleh Emanuel August 11, 2026 53 minutes lalu 0 komentar

Proyek pembangunan data center milik Amazon Web Services (AWS) di Gilroy, California, telah memicu protes warga setempat terkait kenaikan biaya listrik dan kelangkaan pasokan air. Ironisnya, alih-alih mendapatkan solusi atas keluhan mereka, warga justru ditawari partisipasi dalam sebuah festival bawang.

Selama lima tahun terakhir, proyek ambisius Amazon ini dilaporkan berjalan tanpa sepengetahuan dan partisipasi aktif dari masyarakat Gilroy. Keterlambatan informasi ini berujung pada ketidakpuasan yang memuncak, terutama setelah warga menyadari dampak proyek terhadap kebutuhan dasar mereka.

Menurut laporan, warga Gilroy menghadapi lonjakan tagihan listrik yang signifikan, yang diduga kuat berkaitan dengan kebutuhan energi masif dari operasional data center Amazon. Kondisi ini diperparah dengan kelangkaan pasokan air yang kian terasa, di mana sumber daya air menjadi semakin terbatas bagi kebutuhan rumah tangga dan pertanian.

Menanggapi keresahan warga, pihak pengelola data center atau pemerintah daerah tampaknya belum memberikan solusi konkret terkait masalah listrik dan air. Sebaliknya, sebuah acara yang disebut “Gilroy Garlic Festival” justru menjadi sorotan karena dianggap sebagai respons yang tidak relevan terhadap tuntutan mendesak warga.

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan kekecewaannya, “Kami berjuang dengan tagihan listrik yang membengkak dan air yang semakin sulit didapat, lalu mereka menawarkan festival bawang? Ini seperti mengolok-olok kami.” Ungkapan ini mencerminkan rasa frustrasi yang dirasakan banyak penduduk Gilroy.

Proyek data center Amazon di Gilroy sendiri telah menjadi subjek perdebatan publik. Pembangunan fasilitas ini, yang membutuhkan daya listrik besar dan pasokan air untuk pendinginan, menimbulkan kekhawatiran tentang keberlanjutan lingkungan dan beban infrastruktur kota. Pertanyaan mengenai transparansi dan proses persetujuan proyek ini juga masih mengemuka, mengingat warga baru mengetahui keberadaan proyek ini setelah berjalan cukup lama.

Para aktivis lingkungan dan perwakilan warga terus mendesak pemerintah daerah untuk meninjau kembali dampak dari proyek data center ini dan mencari solusi yang lebih adil bagi masyarakat. Mereka menuntut agar kebutuhan dasar warga, yaitu listrik yang terjangkau dan pasokan air yang memadai, menjadi prioritas utama sebelum proyek-proyek berskala besar lainnya dilanjutkan.

Bagikan: Facebook X WhatsApp