Aktris papan atas Amanda Manopo akhirnya memutuskan untuk menghentikan periode panjang kesabarannya setelah hampir dua tahun menjadi sasaran empuk narasi negatif dari sejumlah oknum di media sosial. Bintang sinetron yang akrab disapa Manda ini secara gamblang menyatakan kesiapannya untuk mengambil langkah hukum tegas terhadap pihak-pihak yang dinilai telah mengganggu ketenangan dan keharmonisan keluarganya. Keputusan ini menandai babak baru bagi Amanda dalam melindungi privasi dan nama baiknya di tengah sorotan publik.
Pernyataan tersebut disampaikan Amanda Manopo saat ditemui di Mapolres Metro Jakarta Selatan pada Jumat, 26 Juni 2026. Ia hadir didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin, menunjukkan keseriusan dan komitmennya dalam menindaklanjuti permasalahan ini melalui jalur resmi. "Aku ini sudah dijaga sekarang. Jadi buat oknum-oknum yang di luar sana, kalau masih membuat narasi atau melakukan perbuatan yang menurut saya tidak nyaman untuk keluarga, pastinya saya akan turun tangan bersama Mas Sandy. Gitu aja," tegas Amanda, menegaskan pesan kepada para pelaku.
Perempuan kelahiran Jakarta ini mengungkapkan bahwa serangan berupa narasi negatif dan gangguan lainnya telah berlangsung cukup lama, bahkan mencapai durasi hampir dua tahun. Namun, ia baru memutuskan untuk tampil ke publik dan mengambil tindakan hukum setelah merasa tiba waktu yang paling tepat untuk merespons situasi tersebut. Langkah proaktif ini diambil setelah mempertimbangkan berbagai aspek penting dalam kehidupannya.
Amanda menjelaskan bahwa penundaan dalam mengambil tindakan tegas bukan tanpa alasan kuat. Selama periode awal gangguan tersebut, ia sedang menjalani masa kehamilan. Kondisi tersebut membuatnya memilih untuk menahan diri dan tidak terlalu merespons agar terhindar dari stres yang berpotensi berdampak buruk pada kesehatan janin yang dikandungnya. Prioritas utamanya saat itu adalah menjaga kondisi fisik dan mental demi pertumbuhan buah hatinya.
"Baru bergerak aja sayanya. Karena saya menahan-nahan karena kan kemarin posisinya saya lagi hamil, terus sekarang saya sudah melahirkan. Saya enggak mau ketika saya lagi hamil nanti anak saya kenapa-kenapa di dalam kandungan," aku Amanda, memberikan penjelasan mendalam tentang alasannya memilih waktu yang tepat untuk bertindak. Kini, setelah proses persalinan selesai, ia merasa memiliki kekuatan penuh untuk menghadapi masalah ini.
Menurut Amanda, saat ini adalah momen yang paling ideal untuk mengambil langkah hukum terkait permasalahan yang ia hadapi. Keputusan ini semakin dikuatkan dengan adanya dukungan penuh dari sang suami, yang turut mendorongnya untuk membela dan melindungi keluarga kecil mereka. "Jadi ketika saya sudah melahirkan, sepertinya saya juga harus menjaga keluarga saya, terutama juga dapat support dari suami yang mendorong saya untuk kita harus lakuin ini bareng untuk anak kita," paparnya, menunjukkan solidaritas keluarga dalam menghadapi tantangan ini.
Meskipun menjadi target pencemaran nama baik dan narasi negatif yang tak berkesudahan di ranah digital, Amanda Manopo bersyukur bahwa hal tersebut tidak sampai memengaruhi laju kariernya di industri hiburan. Berbagai proyek dan pekerjaan tetap berjalan lancar, menjadi bukti profesionalismenya yang tak tergoyahkan. Namun, ia merasa penting untuk bertindak tegas agar masalah ini tidak merembet dan menyeret nama anaknya di kemudian hari, memastikan masa depan sang anak tidak tercoreng oleh ulah oknum tidak bertanggung jawab.
"Puji Tuhan pekerjaan selalu lancar ya. Enggak ada yang gimana-gimana. Tapi ini sekarang kan bersangkutan sama anak ya. Saya enggak mau nanti anak saya kebawa," tuturnya, mengungkapkan kekhawatiran terbesar seorang ibu. Perlindungan terhadap anak menjadi motivasi utama di balik keberanian Amanda untuk melawan.
Lebih lanjut, Amanda Manopo mengungkapkan bahwa bukti-bukti yang telah dikumpulkannya tidak hanya terbatas pada narasi negatif yang tersebar di platform media sosial. Ia juga memiliki rekaman dan jejak digital berupa ancaman-ancaman yang dikirimkan melalui pesan pribadi. Seluruh bukti komprehensif ini akan segera diproses melalui jalur hukum dalam waktu dekat, memastikan setiap pelanggaran akan ditindak sesuai undang-undang yang berlaku, khususnya Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
"Kalau ancaman-ancaman pasti ada juga. Ada juga bukti-bukti, ada banyak kok. Ada banyak sekali, jadi ya rame nanti kali di kantor polisi ya," pungkas Amanda Manopo dengan nada serius, mengisyaratkan bahwa jumlah bukti yang dimiliki cukup substansial untuk membawa kasus ini ke ranah hukum. Langkah ini diharapkan dapat menjadi peringatan bagi para oknum penyebar narasi negatif dan pencemaran nama baik, sekaligus memberikan keadilan bagi Amanda Manopo dan keluarganya yang telah terganggu selama hampir dua tahun terakhir.











