Sonam Wangchuk, seorang aktivis lingkungan terkemuka dari India, terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah menjalani aksi mogok makan selama 20 hari. Kondisi kesehatannya yang memburuk menjadi alasan utama di balik tindakan ini.
Wangchuk, yang dikenal karena advokasinya terhadap pelestarian lingkungan di wilayah Ladakh, telah memimpin aksi mogok makan sebagai bentuk protes terhadap kebijakan yang dianggapnya mengancam ekosistem dan masyarakat lokal. Aksi ini dimulai sebagai respons terhadap seruan untuk bergabung dalam pawai protes menuju parlemen pada 20 Juli lalu.
Selama lebih dari dua minggu, Wangchuk menolak asupan makanan, hanya mengonsumsi air garam untuk menjaga hidrasi. Keputusan drastis ini diambil untuk menekan pemerintah agar memberikan perhatian lebih serius terhadap isu-isu lingkungan yang ia suarakan. Kekhawatiran atas kesehatannya semakin meningkat seiring berjalannya waktu.
Meskipun demikian, semangat Wangchuk untuk terus memperjuangkan kelestarian Ladakh tidak surut. Ia berharap aksi mogok makannya dapat meningkatkan kesadaran publik dan mendorong tindakan nyata dari para pemangku kebijakan. Dukungan dari berbagai kalangan, baik di India maupun internasional, terus mengalir kepadanya.
