Aktivis iklim terkemuka India, Sonam Wangchuk, terpaksa dievakuasi ke rumah sakit pada hari Rabu, 22 Mei 2024, setelah menjalani mogok makan selama 20 hari. Pemindahan paksa ini dilakukan oleh kepolisian Delhi menyusul kekhawatiran atas kesehatannya yang terus menurun akibat aksi protes yang dilakukannya.
Wangchuk, seorang insinyur dan inovator yang dikenal luas atas advokasinya terhadap pelestarian lingkungan di Himalaya, melancarkan aksi mogok makan untuk menuntut pengunduran diri Menteri Pendidikan India. Tuntutan ini berkaitan dengan dugaan kelalaian pemerintah dalam menangani isu-isu lingkungan yang mendesak di wilayah tersebut.
Aksi mogok makan yang dimulai pada awal Mei ini dilakukan Wangchuk di Leh, Ladakh. Ia telah berulang kali menyuarakan keprihatinannya mengenai dampak perubahan iklim dan kebijakan pemerintah yang dianggapnya tidak memadai dalam melindungi ekosistem pegunungan yang rapuh. Wangchuk berpendapat bahwa pengunduran diri Menteri Pendidikan akan menjadi langkah simbolis penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengatasi krisis iklim.
Selama 20 hari mogok makan, kondisi kesehatan Sonam Wangchuk dilaporkan mengalami penurunan signifikan. Pihak berwenang setempat, setelah berdiskusi dengan tim medis, memutuskan bahwa evakuasi ke fasilitas kesehatan adalah langkah yang paling tepat untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Keputusan ini diambil demi keselamatan aktivis yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa terhadap perjuangannya.
Salah satu pernyataan kunci yang disampaikan Wangchuk sebelum dievakuasi adalah penekanannya pada pentingnya aksi nyata, bukan sekadar retorika. Ia berharap aksinya dapat membangkitkan kesadaran publik dan mendorong pemerintah untuk mengambil tindakan konkret dalam menghadapi tantangan lingkungan. “Saya melakukan ini bukan untuk diri saya sendiri, tetapi untuk masa depan anak-anak kita dan planet ini,” ujar Wangchuk dalam salah satu pernyataannya yang beredar.
Aktivis dan pendukung Sonam Wangchuk menyuarakan keprihatinan mereka atas pemindahan paksa ini, namun juga mengakui pentingnya menjaga kesehatan sang aktivis. Mereka berharap kondisi Wangchuk segera membaik dan perjuangannya untuk isu lingkungan dapat terus berlanjut dengan semangat yang sama.
