Sunday, 2 August 2026
BREAKING
BERITA

Aksi Kejahatan Siber Makin Canggih: Kenali 3 Jurus Penipuan Terbaru yang Menguras Kantong

Oleh Emanuel August 2, 2026 1 hour lalu 0 komentar

Penipuan online semakin berevolusi seiring kemajuan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI). Pelaku kejahatan siber kini memanfaatkan AI untuk menciptakan situs web palsu yang meyakinkan dan bahkan melakukan panggilan video dengan wajah orang yang dikenal. Fenomena ini menuntut masyarakat untuk lebih waspada terhadap modus-modus penipuan terbaru yang berpotensi menguras isi rekening bank.

Salah satu modus yang kian marak adalah penggunaan AI untuk memanipulasi identitas. Pelaku dapat membuat video deepfake atau merekam suara korban dari media sosial, lalu menggunakannya untuk melakukan panggilan video atau suara kepada kerabat atau rekan kerja. Tujuannya adalah untuk meminta transfer dana dengan alasan darurat atau mendesak. “Kami sering menemukan kasus di mana pelaku menggunakan rekaman video atau suara korban yang diambil dari media sosial untuk menipu. Ini sangat mengkhawatirkan,” ujar seorang pakar keamanan siber yang enggan disebutkan namanya.

Modus lain yang perlu diwaspadai adalah maraknya iklan-iklan mencurigakan yang menawarkan produk atau jasa dengan harga sangat miring. Iklan ini seringkali muncul di berbagai platform media sosial atau situs web. Ketika calon korban tertarik dan mengklik iklan tersebut, mereka akan diarahkan ke situs web palsu yang dirancang sedemikian rupa agar terlihat resmi. Di sana, mereka diminta untuk memasukkan data pribadi dan informasi perbankan, yang kemudian disalahgunakan oleh pelaku.

Selain itu, pelaku penipuan juga kerap memanfaatkan celah pada sistem verifikasi yang lemah. Mereka bisa saja mengirimkan pesan singkat (SMS) atau email yang menyerupai pemberitahuan resmi dari bank atau lembaga keuangan. Pesan tersebut biasanya berisi tautan yang jika diklik akan mengarahkan korban ke halaman login palsu. “Jangan pernah tergiur dengan iming-iming hadiah atau diskon besar yang tidak masuk akal. Selalu periksa keaslian situs web atau tautan sebelum memasukkan data pribadi,” tambah pakar tersebut.

Menghadapi peningkatan kecanggihan modus penipuan ini, edukasi dan kewaspadaan menjadi kunci utama. Masyarakat dihimbau untuk selalu berhati-hati dalam bertransaksi online, memverifikasi setiap informasi yang diterima, dan tidak mudah percaya pada tawaran yang terlalu menggiurkan. Mengamankan akun media sosial dan menghindari membagikan informasi pribadi secara sembarangan juga merupakan langkah pencegahan yang krusial.

Bagikan: Facebook X WhatsApp