Pembalap Ducati Lenovo Team, Enea Bastianini, memuji kehebatan rookie sensation Pedro Acosta di lintasan MotoGP. Menurut Bastianini, pembalap muda asal Spanyol itu memiliki keunggulan luar biasa dalam satu aspek spesifik yang membuatnya sulit ditaklukkan oleh rival-rivalnya.
Acosta, yang tampil gemilang bersama Red Bull GASGAS Tech3, telah menarik perhatian banyak pihak di paddock MotoGP berkat performanya yang impresif sejak awal musim. Keberanian dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan cepat di kelas premier menjadi sorotan utama.
Bastianini, yang merupakan salah satu pembalap berpengalaman di MotoGP, secara spesifik menyoroti kemampuan Acosta dalam mengelola ban. Ia mengungkapkan bahwa Acosta sangat piawai dalam menjaga performa ban sepanjang balapan, sebuah kemampuan krusial di ajang MotoGP yang sering kali menjadi penentu kemenangan.
“Dia sangat kuat dalam mengelola ban,” ujar Bastianini, seperti dikutip dari laman Crash.net. “Itu adalah hal yang sangat penting di sini, dan dia melakukannya dengan sangat baik.” Pengakuan ini datang dari seorang pembalap yang dikenal memiliki pemahaman mendalam tentang strategi balap dan manajemen ban.
Lebih lanjut, Bastianini menambahkan bahwa kesulitan dalam menghadapi Acosta terletak pada kemampuannya untuk tetap kompetitif bahkan saat ban mulai aus. “Dia mampu mempertahankan kecepatannya bahkan ketika ban mulai menurun. Itu membuatnya menjadi lawan yang sangat tangguh,” jelas Bastianini. Ia menambahkan bahwa hal ini membuat balapan melawan Acosta menjadi “sulit” bagi para pembalap lain.
Pedro Acosta telah menunjukkan potensi luar biasa dalam beberapa seri balapan terakhir. Di Sirkuit Le Mans, Prancis, misalnya, ia berhasil finis di posisi ketiga dalam Sprint Race dan meraih podium kedua di Grand Prix utama, menunjukkan konsistensi dan kecepatan yang mengagumkan. Performa ini semakin memperkuat klaim Bastianini mengenai keunggulan Acosta dalam manajemen ban.
Dengan usianya yang masih sangat muda, 19 tahun, Acosta diprediksi akan menjadi salah satu bintang masa depan MotoGP. Kemampuannya dalam mengelola ban, yang diakui oleh pembalap sekelas Bastianini, menjadi modal berharga bagi kariernya di level tertinggi balap motor dunia.
