Tuesday, 1 September 2026
BREAKING
KESEHATAN

Angiografi Darurat Pasca Serangan Jantung Tak Tingkatkan Peluang Selamat Pasien Tanpa ST Elevasi

Oleh Rini Widiyarti September 1, 2026 2 hours lalu 0 komentar

Munich – Tindakan angiografi koroner segera setelah pasien mengalami serangan jantung tanpa elevasi segmen ST tidak menunjukkan peningkatan signifikan pada angka kelangsungan hidup maupun kualitas neurologis dibandingkan dengan penundaan tindakan. Hasil studi DISCO yang dipresentasikan di European Society of Cardiology Congress mengindikasikan hal ini.

Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa intervensi angiografi koroner segera setelah kejadian serangan jantung, khususnya pada pasien yang tidak menunjukkan elevasi segmen ST, tidak memberikan manfaat tambahan dalam hal harapan hidup atau pemulihan fungsi otak. “Angiografi koroner segera pada serangan jantung tidak meningkatkan kelangsungan hidup atau hasil neurologis. Kasus ini sudah ditutup,” tegas Sten Rubertsson, MD, PhD, profesor anestesiologi dan kedokteran perawatan intensif di Uppsala University, Swedia, dalam konferensi persnya.

Studi DISCO merupakan penelitian terbesar yang pernah dilakukan untuk menguji efektivitas angiografi koroner segera. Penelitian ini membandingkan dua kelompok pasien yang mengalami serangan jantung namun tidak disertai elevasi segmen ST. Kelompok pertama menjalani prosedur angiografi koroner segera, sementara kelompok kedua menunda prosedur tersebut.

Data yang dikumpulkan dari studi DISCO menunjukkan tidak ada perbedaan statistik yang berarti dalam tingkat kematian atau tingkat pemulihan neurologis yang baik antara kedua kelompok setelah periode pengamatan tertentu. Hal ini mengindikasikan bahwa, dalam populasi pasien spesifik ini, penundaan angiografi koroner tidak serta-merta berdampak negatif pada hasil klinis.

Para peneliti menyarankan agar temuan ini dapat menjadi pertimbangan penting dalam pedoman klinis penanganan pasien pasca serangan jantung. Fokus penanganan mungkin perlu diarahkan pada strategi lain yang terbukti efektif, sementara penundaan angiografi koroner pada kasus tanpa elevasi ST dapat dipertimbangkan untuk mengoptimalkan sumber daya dan menghindari potensi risiko intervensi yang tidak perlu.

Bagikan: Facebook X WhatsApp